Banjir Bengawan Solo Ancam Empat Kecamatan di Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Bendung Gerak Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sudah memasuki siaga merah. Jika curah hujan masih terus tinggi, empat kecamatan di bantaran Bengawan Solo terancam diterjang banjir. Sebab sekarang ini kondisi permukaan air di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut terus merangkak naik.

Empat kecamatan di wilayah Lamongan yang terancam diterjang banjir itu adalah Kecamatan Leran, Sekaran, Maduran dan Babat.

 Dari pantauan di Bendung Gerak Babat, ketinggian air sudah mencapai pada titik merah atau mencapai lima meter sejak Kamis (3/1/2013) sore kemarin.  Karena kondisi itu mulai kemarin delapan pintu berukuran raksasa di bendungan tersebut telah dibuka lebar untuk mengurangi debit air.

“ Sejak kemarin sore,  untuk hilir di wilayah Bojonegoro sudah mulai siaga merah. Sedang di hulunya (waduk gajah mungkur) permukaan airnya masih tinggi,” kata salah satu petugas juru pintu Bendung Gerak Babat, Danang, Jum’at  (4/01/2012).

Menurut dia, ketinggian air yang mencapai titik merah di Bendung Gerak ini merupakan batasan tertinggi dari ketinggian air Bengawan Solo. Dia mempredeksi, jika permukaan air terus tinggi maka air dari Bengawan Solo akan meluap dan terjadi banjir.

Baca Juga :   17 Desember, Hasil Tes CPNS Tuban Diumumkan

“Urutan siaga aliran Bengawan Solo  disini yaitu dari siaga hijau,  kuning dan merah,” ucap Danang menjelaskan.

Dia mengungkapkan, ketinggian air Sungai Bengawan Solo kali ini relatif tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.  Sebab ketinggian air bengawan paling ekstrem terjadi ditahun 2009 dimana ketinggiannya mencapai 8 meter.

“Kita harap warga disepanjang bantaran bengawan untuk selalu waspada karena tren air terus naik,” pesan Danang.( tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *