SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bekerja sama dengan operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) mengirim 28 lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke Kabupaten Malang untuk mengikuti pelatihan selama sepekan.
Kepala Bakesbangpol dan Linmas Bojonegoro, Lukman Wafi, mengatakan, selama ini mengapresiasi keberadaan LSM di Bojonegoro, bukan saja dari sisi kuantitatif tapi juga kualitatif.
“LSM ini sebuah organisasi mandiri, tidak punya struktur, oleh karena itu perlu adanya mediasi dan upaya-upaya peningkatan kapasitas baik bagi pengurus pengelola maupun bagi lembaganya sendiri,” ujarnya, Minggu(6/1/2013).
Menurut dia, keberadaan LSM ini sangat diperlukan di daerah, termasuk perusahaan-perusahaan yang mempunyai program Corporate Sosial Responbility(CSR) seperti MCL. Namun untuk bisa bermitra dengan MCL, LSM harus profisional, mampu melakukan banyak aspek kegiatan yang memberikan kontribusi kepada masyarakat, dengan hasil yang maksimal.
“Oleh karena itu Bakesbangpol dan Linmas mencoba meminta bekerjasama agar ada upaya-upaya kegiatan-kegiatan untuk peningkatan kapasitas mereka,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, total LSM di Bojonegoro sebanyak 111. Namun dari jumlah itu dilakukan seleksi dan veirifikasi untuk dapat mengikuti pelatihan yang diadakan mulai 6-12 Januari 2013 ini.
Terpisah, Field Publick And Goverment Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas LSM lokal terutama manajemen kelembagaan baik penyusunan program, pembentukan jaringan, dan peningkatan SDM.
“Karena MCL melihat LSM lokal sebagai stake holder penting dan sebagai agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat,” papar Rexy.
Dia menjelaskan, 28 LSM yang terseleksi ini berasal dari tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur dan Blora, Jawa Tengah.(rien)