SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Ketua Karang Taruna Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Narito menghimbau kepada karang taruna didesa-desa sekitar Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu untuk lebih berhati-hati ketika melakukan aksi. Karena tidak menutup kemungkinan aksi yang dilakukan ditumpangi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan di proyek Banyuurip.
“Jangan sampai pemuda disini dimanfaatkan oleh orang yang punya kepentingan di proyek. Sebab sekarang ini disinyalir banyak pihak-pihak tertentu yang ingin terlibat diproyek dan memanfaatkan pemuda,†pesan Narito.
Menurut dia, dengan meningkatnya aktifitas proyek Banyuurip sekarang ini membuat banyak pihak ingin terlibat didalamnya. Namun tidak semua bisa terlibat dan kemudian menggunakan cara-cara tertentu agar dapat memperoleh pekerjaan.
“Mereka bisa saja seolah-olah membela kepentingan masyarakat dan mendukung aksi kita, tapi dibalik itu semua dia memiliki kepentingan pribadi. Itulah yang harus kita waspadai bersama,†tegasnya.
Narito kemudian mencontohkan, seperti aksi yang dilakukan Karang Taruna Putra Mandiri Desa Gayam beberapa waktu lalu yang menuntut perbaikan drainase (saluran air) disekitar well Pad C Banyuurip, pengurukan lapangan sepak bola, dan penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) kepada PT. Tripatra Engineers & Constructors dan Mobil Cepu Limited (MCL) selesai karena adanya kesepakatan tertulis antara pemuda dengan  Tripatra.
“Jadi bubarnya demo kemarin itu bukan karena difasilitasi oleh tokoh masyarakat Blok Cepu. Melainkan murni karena sudah ada kesepakatan tertulis antar karang taruna dengan Tripatra,†tegas Narito.(roz)