SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Selama 2012 lalu setiap hari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kekurangan darah sebanyak 3.790 kantong. Dari kebutuhan darah sebanyak 9.164 kantong baru tercukupi 5.434 kantong setiap harinya.
Kekurangan stok darah itu dikarenakan kepedulian masyarakat untuk mendonorkan darahnya masih rendah. Akibatnya, untuk mencukupi kebutuhan darah di Lamongan, Unit Donor Darah (UDD) setempat mengambil darah UUD lain seperti UDD Surabaya. Â
“Ini mengakibatkan beban biaya PMI Lamongan bertambah, “ kata  ketua PMI Lamongan Sudjiman rabu(9/1/2013).
Dia kemudian merinci, UDD PMI Lamongan setiap bulannya rata-rata melayani permintaan hingga 700 kantong darah. Sementara pengambilan yang diperoleh UDD PMI Lamongan hanya berkisar antara 300 hingga 400 kantong darah perhari. Sehingga setiap harinya Lamongan kekurangn 400 kantong darah.
“Pengambilan kantong darah yang mencapai 400 kantong hanya terjadi saat Bulan Agustus lalu karena bertepatan dengan Bulan Ramadhan, “ ujarnya.
Menurut Sudjiman, untuk meingkatkan stok darah di Lamongan pihaknya terus membentuk lebih banyak Paguyuban Donor Darah Indonesia (PDDI). Saat ini, sebut dia, baru ada lima PPDi di Lamongan. Yakni PPDI Lamongan, Kedungpring, Mantup, Babat dan Paciran.
“Semoga dengan dorongan dari masing-masing camat, akan ada semakin banyak PPDI yang terbentuk, “ harapnya.(tok)