SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro– Meski jumlah warga yang berunjukrasa berkurang, namun pemblokiran jalan masuk lokasi sumur migas Tiung Biru  (TBR)-A, Blok Gundih, oleh warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai merembet ke lokasi TBR-B, Kamis (17/1/2013). Akibat aksi yang dilakukan warga ring 1 TBR itu tiga mobil tanki milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) tidak bisa keluar dari lokasi TBR-B.
Informasi yang dihimpung SuaraBanyuurip di sekitar lokasi TBR menyebut, dalam aksinya ini warga memasang portal ditengah jalan. Akibatnya road tank milik Pertamina EP di TBR-B itu tidak bisa masuk di lokasi TBR-A. Sehingga Pertamina EP mengambil alternatif memasukan satu mobil tanki penggangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk gensed rig penyedot minyak di TBR-AÂ ke lokasi B.
 Namun setelah satu mobil tanki masuk di lokasi B warga langsung menutup jalan menuju lokasi B hingga tidak bisa keluar dari lokasi. Hingga saat ini tidak terlihat pihak kepolisian yang memantau aksi warga maupun mengamankan obyek vital milik negara tersebut.
Warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Juari, mengatakan, penutupan jalan masuk lokasi TBR B itu dilakukan warga karena Pertamina EP hingga saat ini belum memutuskan road tanki warga untuk mengangkut jasa pengangkutan miyak yang sudah disepakati bersama antara warga dengan Pertamina EP tahun 2012 silam. Selain itu, tuntutan kompensasi tunai sebesar Rp500 ribu per kepala juga belum ada keputusan yang jelas.
“Kalau tidak segera ada kejelasan dari Pertamina EP jangan salahkan warga kalau akan menutup total lokasi TBR tersebut,” ancam tokoh masyarakat asal desa kalisumber ring 1 lokasi TBR tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, hubungan masyarakat (humas) Pertamina EP, Tiara terkait tuntutan warga sekitar TBR melalui pesan pendek, Kamis (17/1/2013), hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.
Untuk deketahui, mobil tanki milik Pertamina EP dilokasi TBR-B yang tidak bisa keluar itu dijaga oleh Security dilokasi TBR-B. Untuk menghindari hal-hal yang tidak dii inginkan bersama.(sam)