SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Konflik antara warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan operator sumur migas Tiung Biru, Blok Gundih, Pertamina EP, tampaknya masih mengambang. Pertemuan yang difasilitasi Tim Optimalisasi Kandungan Lokal, Pemkab Bojonegoro juga belum membuahkan hasil maksimal, Jumat (18/1/2013).
Musyawarah yang berlangsung dengan perdebatan panjang sejak siang hingga pukul 18.00 WIB, di ruang Batik Madrim, Pemkab Bojonegoro pun belum menemukan titik temu. Ketua Tim Kandungan Lokal, Soehadi Moelyono, memutuskan untuk melakukan pertemuan lanjutan pada pekan depan.
“Insya Allah kami akan menginformasikan hasil rapat ini kepada rekan-rekan di lapangan, karena kebetulan adalah ibu-ibu rumah tangga,” kata Kepala Desa Kalisumber, Moch Yantoro, usai rapat berlangsung.
Meskipun begitu, dirinya tidak begitu yakin warga yang masih berada di lapangan mau membubarkan diri. Karena sebagian peserta aksi adalah wanita, maka akan mendekati dengan meminta bantuan itri-istri perangkat desa, maupun tokoh masyarakat yang ikut hadir di rapat.
“Saya akan meminta istri untuk membujuk ibu-ibu membubarkan diri, karena memang ada sedikit titik terang dari hasil pertemuan tadi,” tukasnya.
Hal senada diungkapkan, Juwari, salah satu warga. Dia akan menunggu pertemuan selanjutnya, karena Pertamina EP belum memenuhi janji-janjinya dulu untuk melibatkan warga.
“Ya kita lihat, Mbak. Sekarang kami nurut saja. Tapi tetap berharap agar lokal ikut dilibatkan,” tandasnya.
Terpisah, Soehadi Moelyono, menegaskan, agar warga jangan melakukan demo lagi karena telah ada kesepakatan bersama meskipun tidak selesai dalam satu pertemuan ini.
“Kasihan Kapolsek, dan yang lainnya kalau terus demo. Masing-masing punya keluarga di rumah juga, jadi saya minta untuk segera pulang, dan kita selesaikan pada pertemuan mendatang,” tegasnya. (rien)