Warga Kalisumber Diminta Tak Demo Lagi

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Sekalipun mendapat penjelasan dari Bupati Bojonegoro, Suyoto, maupun operator sumur migas Tiung Biru, Blok Gundih, Pertamina EP, namun warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih ngotot minta kompensasi uang Rp500 ribu per kepala keluarga setiap bulan. Bahkan mereka nekat akan melakukan aksi unjuk rasa sampai tuntutannya dipernuhi oleh perusahaan milik negara tersebut.

Menanggapi kenekadan warganya, Bupati Suyoto bersikap bijaksana dengan meminta semua pihak baik Pertamina EP, maupun warga tidak mengikuti amarah. Melalui cara itu permasalahan yang ada bisa terselesaikan dengan baik.

“Saya minta warga tidak demo lagi, karena harus dilihat dulu apakah tuntutan ini benar atau tidak. Bahkan bisa saja di luar kemampuan Pertamina,” tandas Suyoto, saat menerima warga dalam Dialog Jumat di Pendapa Malowopati, di kompleks Pemkab Bojonegoro, Jumat (18/1/2013.

Sebagai manusia, tambah dia, semua harus berfikir rasional. Kalau yang diminta adalah kompensasi berupa uang tunai itu tidak bisa dilakukan. Akan tetapi nantinya ada dana bagi hasil migas melalui program Alokasi Dana Desa (ADD) yang dapat dipergunakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :   Sarana Transportasi Sementara Masih Berjalan

“Di Pertamina ini masih pemanasan, belum memproduksi minyak sesuai target. Kalau memenuhi nantinya akan seperti di Desa Gayam, atau Mojodelik, Kecamatan Gayam yang ADD desanya sampai Rp700 juta tiap bulannya,” tegasnya.

Bupati juga mengatakan, jika produksi minyak di Sumur Tiung Biru ini terus dihalangi dengan adanya demo maka proyek akan terhambat, dan Pemkab yang akan disalahkan. Sebaiknya jika ada permasalahan bisa duduk bersama untuk mendapatkan mufakat.

“Jangan khawatir, duit minyak itu nanti akan tersalurkan kepada masyarakat melalui program pemberdayaan desa,” pungkasnya.

Namun, meskipun telah dijelaskan oleh Bupati Bojonegoro, dan pihak Pertamina EP warga tetap bersikukuh untuk melakukan demo sampai tuntutan mereka dipenuhi.

” Lalu bagaimana dengan truk tangki kami, Pak?” sela Juwari, salah satu warga.

Melihat kondisi seperti itu, Bupati akhirnya memerintahkan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal memfasilitasi warga dengan Pertamina EP, di ruang Batik Madrim, Lantai II Kantor Pemkab Bojonegoro. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Jalan Peralihan Bonorejo Mulai Diukur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *