SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro –Jalan masuk menuju lokasi sumur migas Tiung Biru (TBR)-B, Blok Gundih ditanami pisang oleh warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (20/1/2013). Penanaman pohon pisang itu agar warga lebih mudah mengawasi pemblokiran jalan yang selama ini masih terus berlangsung.
Sebelumnya, jalan utama menuju pemboran migas milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) itu diblokade warga Kalisumber dengan menggunakan kayu dan tiga mobil truk tanki. Karena sampai saat ini salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu belum memenuhi tuntutan warga. Yakni memberikan kompensasi tunai sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) per bulan atas kebisingan suara yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dan pelibatan jasa angkutan minyak mentah yang sudah disepakati warga bersama Pertamina EP.
Dari pantaun, jalan menuju pemboran itu ditanami dua pohon pisang yang dirakit dengan sebatang kayu jati melintang. Meski saat ini warga telah membubarkan diri dari lokasi pemblokiran, namun tak ada satupun mobil proyek yang keluar masuk lokasi pemlokiran. Diduga para pekerja proyek tersebut takut.
Warga desa Kalisumber, Juari, mengatakan, digantinya alat blokade jalan menuju lokasi TBR-B dengan dua pohon pisang itu untuk lebih mudah mengawasi. Selain itu untuk lebih menghindari adu domba dari pihak lain yang tidak pro rakyat.
“Warga kawatir kalau ada orang yang tidak pro rakyat sengaja mecah belah dan ngrusak mobil tanki kan tambah repot jadinya. Mangkane sekarang diganti dengan dua pohon pisang dan sebatang kayu jati,” kata Juari melalui BlackBerry Messenger, Minggu (20/1/2013).
“Intinya, selain menetralisir hal-hal yang tidak kita inginkan agar mobil tanki tidak gampang rusak karena musimnya hujan, Mas,” lanjut dia menngungkapkan.Â
Dikonfirmasi terpisah, Camat Tambakrejo, Andik Sujarwo belum memberikan jawaban terkait polemik yang terjadi di TBR. Pesan pendek yang dikirim SuaraBanyuurip belum ada balasan hingga berita ini diturunkan. (sam)