SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyiapkan anggaran pasca bencana sebanyak Rp160 miliar. Anggaran itu akan diperuntukan penanganan dan rehabilitasi bagi 11 kabupaten di Jawa Timur yang dilanda banjir beberapa waktu lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim, Sudarmawan, Â menjelaskan, dalam tahapan kedaruratan, BPBD telah menyiapkan tiga fase penanganan. Yaitu Siaga Darurat, Tanggap Darurat dan Transisi. Untuk fase siaga darurat telah disiapkan buffer stock yang berupa sembako, glangsing, perahu karet, bronjong dan keperluan darurat banjir lainnya. Termasuk pendirian posko, baik posko induk maupun posko lapangan.
Sedangkan untuk tahap transisi, lanjut Sudarmawan, adalah penanganan pasca bencana termasuk merebilitasi infrastruktur yang rusak akibat terkena banjir. Namun, dana Rp 160 miliar pasca banjir itu belum bisa dibagikan kepada 11 kabupaten di Jatim karena menunggu fase pasca bencana banjir dan longsor yang masih belum berakhir.
“Karena itu (pihak kabupaten) harap segera mendata penangan kedaruratan dalam tahapan transisi ini dan diusulkan pendanannya, †kata Sudarmawan saat mendampingi kunjungan kerja (kungker) Komisi E DPRD Jatim di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan.
Selain BPBD Jatim, Dinas Sosial Jatim juga telah menurunkan sekitar 50 orang Tagana (Taruna Siaga Bencana) di Lamongan saat terjadi banjir. Mereka merupakan relawan masyarakat yang sudah dilatih.
Kabid Bantuan dan Perlindungan Sosial dari Dinas Sosial Jatim, Zainal Arifin menambahkan, telah memberikan buffer stock kepada korban banjir melalui Dinas Sosial kabupaten Lamongan.
“Kita juga menyiapkan 100 ton beras untuk masing-masing Kabupaten/kota di Jawa Timur,†sergah Zainal.Â
Usai bertemu Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi, Â rombongan pejabat Jatim melanjutkan kunjungan ke Desa Plangwot, Kecamatan Laren dan memberikan 200 paket sembako.(tok)