SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faishal Zaini, mengeluarkan pernyataan unik saat berkunjung ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dihadapan sejumlah wartawan, Helmy meminta agar pembangunan pabrik semen jangan lagi dilakukan diwilayah Jawa, Sabtu (26/1/2013).
“Kami minta perusahaan semen jangan lagi membangun pabrik di Jawa, tapi diluar Jawa,†ujar Helmy usai memberi kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) NU Tuban pada Kamis tanggal 24 Januari lalu.
Alasan Helmy, dengan dibangunnya pabrik semen di luar Jawa akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi didaerah tertinggal seperti Papua dan sejumlah wilayah lain. Sehingga pembangunan di Indonesia bisa merata dan dirasakan masyarakat banyak.
“Dengan begitu efek dari pembangunan ekonomi juga bisa meluas,†tegasnya.saat menjawab pertanyaan wartawan.
Dia mengungkapkan, konsep pembangunan di Papua sekarang ini kurang mengena. Akibatnya kerapkali muncul wacana tentang kemerdekaan dan keinginan untuk berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari masyarakat disana.
Ditanya tentang kondisi Tuban, Helmy mengatakan, saat ini Tuban bukan merupakan daerah tertinggal. Bahkan bisa dikategorikan daerah maju. Itu dia lihat dari perekonomian masyarakat, jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang melebihi standart yang ada.
Selain itu, lanjut Helmy, Tuban juga sudah mempunyai aksesbilitas yang tinggi dengan banyaknya akses jalan dan komunikasi yang memadai.
“Kalau saya lihat, Tuban adalah daerah yang maju,†tambah Helmy saat memberi kuliah umum kepada mahasiswa sekolah tinggi ilmu kesehahatan nahdlatul ulama (STIKES NU Tuban.
Kedatangan Helmy pada waktu itu juga dalam rangka penandatanagan perjanjian antara kementerian PDT dan pihak STIKES NU terkait akan dikirimkannya beberapa lulusan dari perguruan tinggi kebeberapa daerah tertinggal. (edp)