SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Penggalian pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di sepanjang jalan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengakibatkan arus lalu lintas di wilayah tersebut tersendat dan bahkan mengalami kemacetan. Sebab alat berat bachoe yang digunakan menggali tanah menutup akses jalan.
Kemacetan akibat proyek penggalian pipa PDAM itu terjadi di jalan propinsi Babat – Surabaya, tepatnya di Desa Moropelang. Arus lalu lintas kendaraan dari arah barat maupun timur tidak berjalan lancar karena alat berat berada dibadan jalan.
Akibatnya kendaraan dari arah berlawan itu terpaksa berhenti bergantian lumayan lama untuk memberikan kesempatan kendaraan. Meski begitu tak petugas satuan lalu lintas yang disiagakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.
Padahal jalan  pertigaan Desa Moropelang merupakan simpul nandi jalan utama yang menghubungkan beberapa desa di wilayah Babat. Untuk arah selatan merupakan jalan utama menuju dua desa yaitu Desa Sambangan dan Keyongan. Sedangkan ke utara menghubungkan Kecamatan Babat – Kecamatan Sugio.
“Kalau pengerukan pipa ini berhari-hari tidak selesai, jalanan bisa terus macet mas. Padahal jalur moropelang ini sangat padat kendaraan,†ujar  seorang warga Moropeleng, Fadeli.
Dampak lainnya, bekas ceceran tanah dari pengerukan yang berserakan disepanjang jalan tersebut menjadi licin dan membahayakan pengendara karena sekarang ini memasuki musim penghujan. (tok)