SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Tanggul rawa ditepian sawah disepanjang Desa Plososetro hingga Cungkup, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ditengarai menjadi tempat mesum para remaja di malam hari. Setiap malam sehabis Isya’ disepanjang tanggul itu banyak dijumpai pasangan remaja memadu kasih.
Dijadikannya tanggul rawa sebagai tempat pacaran muda-mudi karena tempat tersebut sepi dan jauh dari perkampungan. Dikiri kanan jalan hanya lah areal persawahan. Jarak dari Plososetro sekitar 1 kilometer sedang kearah Cungkup sekitar 1,5 kilometer. Selain itu disepanjang jalan poros desa itu juga gelap karena tak ada penerangan lampu jalan sehingga menjadikan para muda-mudi yang dimabuk asmara itu leluasa melepaskan hasrat nafsu birahinya.
Kondisi tersebut telah dikeluhkan warga Cungkup dan desa sekitarnya. Mereka merasa gerah dengan banyaknya remaja yang pacaran ditempat tersebut. Sebab pemandangan itu kerpa mereka jumpai saban malam. Pasangan muda-mudi yang sebagian masih berstatus pelajar itu berpelukan baik diatas waduk maupun diatas sedel sepeda motor.
“Kalau saya lewat malam hari diwaduk tersebut pasti melihat pasangan yang sedang pelukan dan berciuman mesra sekali. Bahkan kendaraan yang lewat tak mereka hiraukan, “ ujar seorang warga cungkup yang meminta namanya dirahasiakan.
Menurut warga tersebut, maraknya muda-mudi pacaran ditempat itu karena tidak pernah ada operasi  yang dilakukan oleh Polsek maupun pihak keamanan pemerintah desa (Pemdes).
“Kesannya masing-masing desa bersikap masa bodoh,†sergah sumber tadi.       Â
Namun ketika Suarabanyuurip.com menghubungi Sekretaris Kecamatan (Secam) Pucuk, Rozikin, untuk menkonfirmasi informasi tersebut belum ada tanggapan. Ketika didatangi di Kantor Kecamatan Pucuk, Senin (28/1/2013), Â Rozikin sedang tak berada ditempat. (tok)