SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Selain terkendala alotnya pembebasan tanah kas desa di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC)-2 sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu pengerjaan jalur pipa yang oleh konsorsium PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT Kelsri juga terkendala sejumlah faktor. Akibatnya, pelaksanaan proyek tersebut terkesan lamban.
“Progresnya masih belum apa-apa, Mas,” ujar Humas PT IKPT, Sunarto, Rabu (30/1/2013).
Satu diantara kendala yang dimaksudkan, menurut dia, adalah faktor alam yang mengakibatkan kondisi cuaca menjadi tidak menentu.
Sementara itu, saat ini pengerjaan pipanisasi memasuki tahap penyambungan yang masih berkutat dari Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga wilayah Desa Jelu, Jampet, dan Wadang, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Sementara ini mengerjakan beberapa penyambungan pipa saja di daerah itu, masih ada kendala di lapangan,” ucap dia.
Belum optimalnya pengerjakan tersebut menyebabkan cukup banyak pipa di penampungan sementara di Jalan Veteran-Bojonegoro. Hanya saja, berapa jumlah pipa yang telah berkurang dia belum bisa menyebutkan.
“Berapa pastinya saya tidak tahu, yang jelas masih banyak, Mas,” ujarnya.Â
Kendati begitu, dia berharap, agar proyek pipanisasi 20 inci sepanjang 72 Km dari lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur segera selesai sesuai target. (roz)