SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Dalam rangka mensukseskan tahun kualitas 2013 yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, pemerintah Kecamatan Gayam akan berupaya mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu.
“Mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja tuan rumah di proyek Blok Cepu harus dilakukan, agar pengangguran yang ada disekitar bisa dikurangi,” kata Camat Gayam, Setyo Yuliono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (30/01/2013).
Menurut Setyo Yuliono, dengan mengoptimalkan tenaga kerja tuan rumah secara otomatis akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Kita tahu wilayah kami memiliki potensi saat ini salah satunya adalah yakni tenaga kerja,” ungkapnya.
Mantan Camat Ngasem ini menegaskan, peluang itu akan dapat diraih bila operator yakni Mobil Cepu Limited (MCL) benar-benar mengoptimalkan tenaga kerja tuan rumah di dalam proyek Blok Cepu.
“Kalau masyarakat dilibatkan sepenuhnya akan meminimalisir kejolak sosial yang dapat mengganggu target produksi minyak nasional,” imbuhnya.
Ditambahkan, semua kegiatan mega proyek banyuurip akan bisa berjalan sesuai harapan bersama jika peluang yang ada ini bisa dimaksimalkan oleh operator. Sebab itu merupakan amanah peraturan daerah (Perda) 23/2011 tentang konten lokal.
“Karena itu kita akan kawal bersama untuk mendukung tahun kualitas di Kecamatan Gayam,” pungkas Nanang-panggilan akrab Setyo Yuliono.
Untuk diketahui, Kecamatan Gayam merupakan kecamatan baru di Bojonegoro. Kecamatan yang berada disentra proyek Banyuurip ini merupakan pemekaran wilayah dari Kecamatan Ngasem dan Kalitidu. Ada dua belas desa yang masuk kecamatan Gayam.
Yakni enam desa yang sebelumnya ikut Kecamatan Ngasem meliputi Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan, Bonorejo, Begadon dan Ringintunggal. Sedangkan enam desa dari Kecamatan Kalitidu adalah Desa Katur, Cengungklung, Sudu, Ngraho Beged, dan Manukan. (sam)