SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Mulai tahun anggaran 2013 ini Pemkab Bojonegoro melakukan pengawasan serius terhadap operator sumur migsa Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, Pertamina EP. Terlebih terhadap kewajiban perusahaan dalam mensejahterakan masyarakat setempat, melalui program Corporate Social Responbility (CSR).
Ketua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal bentukan Pemkab Bojonegoro, Soehadi Mulyono, Â mengatakan, Â jika selama ini pihaknya hanya fokus pada Blok Tuban yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina East Java (JOB P-PEJ), dan Blok Cepu yang di operatori oleh Mobil Cepu Ltd (MCL). Kedua operator tersebut sudah lama beroperasi di Bojonegoro.
Soehadi menyatakan, salah satu perhatian Pemkab khususnya dari Tim Optimalisasi adalah program CSR dari Pertamina EP, mengingat dampak dari geliat industri sedikit demi sedikit dirasakan warga setempat.
“Setiap perusahaan apapun dengan skala besar, dan menyangkut kepentingan masyarakat di lingkungannya ada ketentuan bahwa ada CSR untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,†kata pria yang menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Bojonegoro ini.
Akan tetapi, karena baru mulai melaksanakan kegiatan eksploitasi migas, pihaknya akan mengagendakan setiap minggu pada rapat evaluasi bersama Tim Optimalisasi Kandungan Lokal. Hal itu untuk memantau progres report, dan program CSR yang akan dijalankan.
“Saat ini mereka akan mengkoordinir kebutuhan apa saja yang ada di lingkungan masyarakat. Kita hanya memfasilitasi serta mengawasi bagaimana program itu berjalan,†tegasnya. (rien)