Nelayan Jangan Terjerat Bank Thithil

karwo

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, berpesan, agar nelayan tak terjerat pratik renternir  yang dikalangan masyarakat disebut bank thithil karena bunga yang dipatok sangat mencekik. Untuk itu dia akan membuka akses kerjasama dengan BPR dengan bunga rendah, dan mengaktifkan koperasi unit desa (KUD).

“Kita juga menyelesaikan program di TPI (Tempat Pelelangan Ikan-Red) ada kantor kas perbankan. Melaui cara ini bisa menghindarkan nelayan dari bank thithil yang bunga pinjamannya mencekik hingga 120 persen pertahun,” kata Soekarwo, saat Tasyakuran Tutup Playang bersama Nelayan Brondong di Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (6/2/2013).

Sementara itu Bupati Lamongan Fadeli menyatakan, produksi ikan dari perikanan tangkap dan perairan umum Lamongan di tahun 2012 mencapai 72.212,8 ton. Sementara total produksi ikan, termasuk perikanan budidaya mencapai 109.511,97 ton. Namun, dari puluhan ribu ton produksi perikanan laut itu, baru 30 persen saja yang diberi nilai tambah dengan menjadi produk olahan.

Baca Juga :   Inilah Nama-nama Peserta Perades di Kecamatan Ngasem Peraih Nilai Tinggi

PPDI di Brondong sendiri dikerjakan sejak tahun 2010 di areal seluas 8 hektar. Dengan bangunan mencapai 4.500 meter persegi, gedung ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelelangan dan distribusi ikan di Lamongan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *