SuaraBanyuurip.com – Totok Marono
Lamongan – Keberadaan Becak Motor (bentor) di Lamongan, Jawa Timur semakin marak dan dinilai membahayakan para penumpang dan pengguna jalan lain. Disamping tidak dilengkapi dengan lampu penerangan, para penumpang juga tidak menggunakan kelengkapan keselematan.
Padahal sarana transportasi itu tak sedikit yang beroperasi dimalam hari. Namun sampai saat ini belum ada tindakan dari Polres maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan untuk menertibkan kendaraan becak bermesin itu.
Informasi yang diperoleh dilapangan, di Kecamatan Babat, sudah seringkali terjadi kecelakaan bentor. Kebanyakan kecelakaan terjadi dini hari sekitar pukul 03-05. Bentor banyak dipergunakan para pedagang untuk mengantarkan berjualan dipasar agrobis. Karena tidak dilengkapi penerangan, sering bertabrakan dengan kendaraan dari depan atau diseruduk dari belakang.
“Sudah banyak sekali korban jatuh karena naik Bentor mas. Kecelakaan terjadi di jalur Babat hingga Plaosan,†ungkap salah satu anggota Satpol PP Babat yang enggan menyebutkan namanya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan, Agus SP, mengatakan, selama ini pihak Dishub Lamongan tidak mengkoordinir bentor baik yang beroperasi di wilayah Lamongan.
“Pihak Dishub tidak mengkoordinir Becak motor mas,†ujar Agus ketika dikonfirmasi SuaraBanyuurip melalui pesan pendeknya, Rabu (6/2/2013).
Untuk diketahui, awalnya bentor hanya beroperasi di wilayah Kota Lamongan. Bahkan mantan Bupati Masfuk kala itu mendukung alat transportasi tersebut dan mepopulerkan dengan sebutan Becak Lamonga (Bella). Namuan, dalam perjalanan waktu, puluhan bentor itu semakin menjamur hingg kepelosok kecamatan seperti Babat, Paciran, dan Brondong.
“Dibanding menarik becak, menarik bentor lebih nyantai mas. Hasilnya juga lebih besar,†kata Kasmo salah satu penarik Bentor yang ngetem di pasar paciran.
Dia mengaku, untuk membuat Bentor, dia telah memodifikasi becak miliknya dengan motor lamanya tahun 90-an. Sejak menarik bentor, dia bisa mendapatkan penghasilan Rp40.000- Rp50.000 setiap harinya. (tok)