SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro -Â Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur menyiapkan dana Rp3,5 miliar untuk membangun 16 rumah singgah guru di daerah terpencil. Fasilitas yang didanai APBD Bojonegoro tahun 2013 ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan warga dari desa terpencil.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Khusnul Huluq, mengatakan, dengan dibangunnya rumah singgah di daerah terpencil ini diharapkan guru bisa semakin disiplin waktu dalam proses mengajar dan belajar. Selama ini guru di daerah terpencil terkendala masalah rumah singgah, sehingga belum maksimal menjalankan aktifitasnya.
“Nanti dengan rumah singgah ini diharapkan akan meningkatkan kinerja guru,” ujar Khusnul, Kamis (07/02/2013).
Dia jelaskan, pembangunan rumah singgah guru ini dilakukan atas dasar survey lapangan di daerah terpencil. Hasil survei menyebutkan ada banyak guru yang tidak pulang ke rumah, dan memilih tidur di sekolah.
Harapan lain dengan dibangunkan rumah singgah ini guru bisa disiplin saat mengajar, dan tak ada alasan lain. Selain itu memberikan perlakuan kepada pada guru lebih manusiawi, dari pada tidur di sekolah di atas bangku.
“Ini akan membuat guru tidur lebih nyaman saat beristirahat,” imbuhnya.
Rumah singgah ini dibangun di atas lahan sekolah. Diperkirakan untuk 16 rumah singgah dibangun dengan biaya per unitnya sebesar Rp200 juta.
“Pelaksanaannya sekitar bulan Maret 2013 mendatang, sehingga akhir tahun sudah bisa difungsikan,” pungkasnya. (rien)