Dinkes Gencar Sosialisasikan HIV/AIDS

ilustrasi hiv

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur gencar mensosialisasikan penyebaran HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome)  diwilayahnya. Sebab jumlah penderita penyakit mematikan itu tergolong tinggi yakni dengan jumlah mencapai 274 dengan korban meninggal sebanyak 58 orang pada medio 2012 – 2013.

Kepala Dinkes Bojonegoro, Hariono, mengungkapkan, jumlah penderita HIV/AIS tersebut tersebar hampir di wilayah Bojonegoro. Kecuali dua Kecamatan yaitu Gondang dan Margomulyo.

“Sekarang ini masyarakat harus memahami penyebab dari penyakit ini serta pencegahannya,” tandas Hariono ketika ditemui di kantornya, Jumat(8/3/2013).

Hariono menjelaskan, beberapa penyebab HIV/AIDS adalah sex bebas, mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, penggunaan jarum secara bergantian, dan bisa juga karena perilaku homo sex.

“Serta  ibu yang menularkan penyakit HIV/AIDS kepada  anak yang dilahirkan,” sergah mantan Direktur Rumah Sakit Sumberrejo ini.

Menurutnya, infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS.

“Bahkan terjadi penurunan kekebalan tubuh, diare kronis, batuk kronis, dan  berat badan yang turun drastis ,” papar Hariono.

Baca Juga :   HUT Ke 2 PAIRSI Diperingati Bertepatan 20 Mei 2022

Dia menyarankan, jika memang ada salah satu anggota keluarga harus bisa memahami dan memberikan perhatian lebih. Namun jika sampai ada korban meninggal dunia, keluarga tidak boleh memandikan sendiri.

“Ada prosuder atau aturan baku merawat jenazah yang terinfeksi HIV/AIDS agar tidak tertular. Itu harus  dilakukan oleh petugas kesehatan,” pesan Harino sembari menjelaskan Dinkes telah melatih para modien untuk merawat jenazah yang terinfeksi HIV/AIDS.

Dia menambahkan, untuk penanganan penyandang HIV AIDS didalam keluarga, jika masih gejala ringan cukup berobat jalan, tapi  jika sudah komplikasi harus di rawat jalan.

“Mayarakat ataupun keluarga tidak perlu mengucilkan penderita, namun harus  selalu mendampingi agar penderita tetap memiliki semangat hidup dengan jalan mau berobat secara rutin,” pungkas Hariono.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *