SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) berencana mendatangi markas Kompi Senapan C 521 yang berada di Jalan Sunan Kalijogo, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (11/2/2013). Kedatangan organisasi profesi jurnalis di Tuban itu ingin meminta pertanggung jawaban kepada oknum TNI yang merampas dan mengintimidasi dua wartawan anggota RPS saat melakukan peliputan kerusuhan di konser Band Last Child, Sabtu (9/2/2013) kemarin.
Dua wartawan Tuban yang menjadi korban kekerasan itu adalah Safuwan, Wartawan Televisi lokal B-One dan Hanif, wartawan media online, seputartuban.com.
“Setelah mendengar cerita dari korban, Kami minta agar oknum anggota TNI tersebut minta maaf kepada wartawan,” tegas Divisi Advokasi RPS, Imam Zuhdi kepada suarabanyuurip.com, Minggu (10/2/2013).
Selain meminta maaf kepada korban secara personal, RPS juga meminta agar permintaan maaf dilakukan secara kelembagaan.
Sementara itu, Ketua RPS Khoirul Huda, usai melakukan rapat internal membahas masalah tersebut menegaskan, akan mendatangi Markas Kompi Senapan C 521 Tuban, Senin (11/2/2013) besok. Tujuannya untuk meminta klarifikasi dan menuntut permintaan maaf secara langsung kepada oknum TNI yang telah melakukan intimidasi kepada dua wartawan angota RPS.
“Besok kita akan datang dengan semua anggota RPS untuk meminta kejelasan mengenai kejadian yang dialami anggota kita,” sambung Ketua RPS Khoirul Huda.
Seeperti diberitakan sebelumnya, salah satu anggota RPS Safuan (wartawan B-one TV) dan seorang wartawan lokal lain, Hanafi (wartawan Seputartuban.com), dihalang-halangi beberapa oknum anggota TNI saat meliput kericuhan konser musik band Last Child di kompi Senapan C 521 Tuban.
Dalam kejadian tersebut, handycam milik Safuan sempat dirampas oleh seorang oknum anggota TNI yang berpakain preman. Bahkan, beberapa anggota yang berseragam lengkap sempat melontarkan ancaman kepada dua jurnalis tersebut. (edp)