SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Â Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan bibit padi kepada petani di Kabupaten Bojonegoro yang mengalami gagal panen (puso) akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Sesuai pendataan yang dilakukan Dinas Pertanian Bojonegoro, jumlah sawah puso akibat banjir luapan Sungai Bengawan Solo maupun bandang seluas sekira 5.877 hektar sawah yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Subekti, mengatakan, sebagian bantuan bibit padi dari Provinsi Jatim sudah turun. Namur jumlahnya baru cukup untuk 2.700 hektar. Sedangkan sisa bantuan akan segera dikirim karena dokumen bantuan telah diterima Dinas Pertanian Bojonegoro.
“ Saat ini cukup untuk 2700 hektar terlebih dahulu, untuk sisanya akan menyusul,†tegas Subekti.
Terpisah, salah satu petani di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Sudjono, (40), menyampaikan, jika dirinya mencemaskan adanya bencana susulan yang dapat merusak kembali tanaman padi.
“Kami sudah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena harus tanam ulang hingga tiga kali,â€tandasnya.
Dia mengatakan, beberapa petani mengaku takut jika benar-benar ada banjir susulan pada bulan Februari 2013 ini. Karena sudah dipastikan bencana itu akan menenggelamkan ratusan hektar sawah yang baru ditanami padi.
“Jika tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,ya otomatis kami mengeluarkan biaya sendiri sebesar Rp 6 Juta pertanamnya,†pungkas Sudjono. (rien)