SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT. Jaya Makmur (Jamu), Subkontraktor PT. Tripatra Engineer & Constructors pelaksana proyek kampung tunnel di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai banjir yang terjadi di jalan peralihan itu dikarenakan lokasi proyek tersebut merupakan salah satu muara air.
“Sebelumnya kita sudah ragu untuk melaksanakan pekerjaan ini. Karena lokasi tunnel ini adalah muara air,†kata Hubungan Masyarakat (humas) PT Jamu, Bintoro ketika  dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui BlackBerry Messenger, , Sabtu (16/2/2013) malam.
Menurut dia, pihaknya belum menemukan muara yang tepat yang bisa menampung air. Karena air datang dari mana-mana termasuk dari hulu yakni area EPC.
“Kita sudah mempelajari alir air dari hulu sampai hilir, namun belum ketemu muaranya dimana,†ungkap Bintoro.
Khusus kampung tunnel, jelas Bintoro, pihaknya sudah menyiapkan kiss dam / sungai buatan tapi tidak kuat menampung luapan air yang sangat besar . Antisipasinya, persiapan pompa besar dan personnel yang setiap saat datang meskipun debit dan arus air lebih besar dari muara sehingga secara simultan tetap ada kehidupan.
“Kita juga sadar apapun yang terjadi memang demikian kenyataannya.Yang kami lakukan saat inì berdoa, berusaha semampu mungkin jangan sampai ada konflik eksternal. Karena, kalau tunnel berhenti orang-orang kami juga berhenti kerja yang tentunya sangat berpengaruh pada kehidupan mereka,” pungkas Biantoro.
Seperti diberitakan, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Blok Cepu, Sabtu (16/2/103), membuat proyek kampung tunnel direndam banjir. selain itu sejumlah jalan dan aeral persawahan di sekitar proyek Banyuurip juga tergang banjir.(sam)