SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pasca banjir yang melanda sejumlah lokasi proyek migas Blok Cepu, Sabtu (16/2/2013) sore kemarin, aktifitas proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip lengang. Hanya beberapa pekerja dari subkontraktor yang terlihat menetralkan kondisi proyek yang ditanganinya.
Pantauan suarabanyuurip.com dilapangan, Minggu (17/2/2013), tenaga kerja yang terlihat dilokasi proyek pengembangan penuh lapangan minyak Banyuurip adalah security, flagman (manusia bendera), dan petugas keamanan (PK) alat berat. Para pekerja itu  berada disetiap titik rawan diperlintasan jalan akses road dan jalan peralihan.
Selain itu, terlihat beberapa pekerja sedang sibuk melakukan penyedotan air di lokasi proyek kampung tunnel di Dusun Puduk (Sukorejo), Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang digenangi air dengan menggunakan mesin pompa penyedot air.
Salah seorang warga Dusun Puduk, Sutrisno, mengatakan, pasca banjir akibat hujan deras yang melanda sebagian proyek EPC-1 Banyuurip yang dikerjakan PT. Tripatra Engineers & Constructors maupun EPC- 5 Banyuurip oleh PT. Hutama Karya (HK) Sabtu kemarin, aktifitas proyek masih sepi. Biasanya, meski hari Minggu aktifitas proyek di Blok Cepu tetap berjalan.
â€Setelah kemarin proyek digenangi air hujan, sekarang ini aktifitas berhenti total,” kata Sutrisno ditemui disekitar lokasi EPC-5 Minggu (17/2/2013).
Dia mengungkapkan, akibat banjir kemarin, beberapa petugas hubungan masyarakat (Humas) Mobil Cepu Limited (MCL) operator Migas Blok Cepu, melakukan pengecekan lokasi proyek kampung tunnel sekira pukul 9.00 WIB.
“Tadi Humas MCL yakni, Ade, Tutik dan Selamet ke lokasi proyek tunnel,†sergah Sutrisno.
Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Rekind, Herman Susatyo melalui pesan pendek Minggu (17/2/2013) belum memberikan penjelasan tentang berhentinya aktifitas proyek EPC-5 Banyuurip.(sam)