Pemkab Bojonegoro Tetapkan Siaga III

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menetapkan status Bengawan Solo Siaga III. Saat ini ketinggian air di papan duga Bojonegoro keadaan naik dari semula 15.00 dibawah permukaan laut (dpl) menjadi menjadi 15.06 (dpl).

Akibat terus meningkatnya debit air sungai terpanjang dipulau jawa itu telah mengakibatkan seribu lebih rumah warga digenangi air. Diprediksikan air akan terus naik berkisar 5 centi meter hingga 10 cm.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat, sebanyak 54 desa/kelurahan yang sudah menjadi korban luapan Bengawan Solo.

Diantaranya di Kecamatan Baurena terdapat 14 desa, Kecamatan Dander 1 desa, Kecamatan Balen 9 desa, Kecamatan Kalitidu 4 desa, Kecamatan kota 4 kelurahan, Kecamatan Trucuk 11 desa dan Kecamatan Kanor 2 desa.

Rumah penduduk yang tergenang diperkirakan mencapai lebih 1100. Sedangkan lahan pertanian yang ditanami padi kurang lebih 2000 ha.

Warga diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaaanya karena diprediksi pada tengah malam banjir kiriman dari hulu akan besar. Terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar kota.

“Saat ini telah memasuki siaga 3 untuk wilayah kota Bojonegoro. Kita persiapan untuk menutup semua pintu tanggul yang selama dibuka untuk akses jalan warga,” kata kepala BPBD Bojonegoro, Kasiyanto, Sabtu (16/2/2013) malam.

Dia menegaskan, BPBD dan aparat keamanan Polri/TNI juga siaga malam ini untuk pengamanan dalam kota. Para petugas akan mengawasi 78 pintu tanggul yang terdapat di pinggiran kota. Mereka akan menutup tanggul bila dirasa telah membahayakan.

“Ini sesuai intruksi bapak bupati. Semua harus siaga dan waspada,’ tegas mantan Kepala Seksi (Kasi) Trantib Satpol PP ini.

Dari pantauan, di posko BPBD yang ada di Jalan Mastumapel, terlihat para petugas dari TNI, Polri serta Satpol pp dan pejabat muspida sibuk untuk berkoordinasi mengantisipasi luapan Bengawan Solo. BPBD juga menyiapkan ratusan paket logistik dan tiga unit perahu karet untuk membantu proses evakuasi jika nanti diperlukan.

“Semua sudah kita siapkan untuk mengantisipasi segala sesuatunya,” kata Kasiyanto.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro, M Mahmudin memberikan perkembangan, bahwa untuk rumah tergenang yang semula 1100, malam pada pukul 23.24 WIB sudah mencapai 1.337 rumah yang tersebar di 54 desa.

Sedangkan jalan desa yang tergenang air semula 21.05 kilo meter, naik menjadi 30.30 KM.
”Jajaran pemkab sudah menyiapkan alat berat untuk melakukan penutupan doorlap2,” pungkas man Sekretaris Kecamatan Dander ini. (had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *