SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur mulai mendropping perahu karet ke beberapa daerah rawan banjir untuk mengantisipasi meningkatnya kondisi air Bengawan Solo, Senin (18/2/2013).
“Sekarang kita dropping perahu karet ke Rengel mas,” jawab Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono melalui short message service (SMS) yang dikirim kepada SuaraBanyuurip.com pagi tadi.
Selain perahu karet, BPBD juga melakukan dropping 8 rit pedel untuk memperkuat tanggul, serta sekitar 2 ribu sak untuk pembungkus pedel guna antisipasi adanya tanggul maupun bantaran bengawan apabila sampai jebol.
Tak hanya itu, BPBD juga mendatangi beberapa tanggul untuk memastikan dan melakukan pengecekan beberapa kondisi tanggul yang ada ditepi Bengawan Solo.
“Sekalian mas, kita akan ngecek kondisi tanggul yang ada,” tambah Joko.
Dijelaskan, Minggu kemarin BPBD juga telah membagikan sekitar 850 paket sembako kepada korban banjir.
Menurut beberapa informasi, Kecamatan Soko merupakan Kecamatan terparah terendam banjir, utamanya di Desa Glagahsari. Sebelumnya, air mulai merendam halaman rumah milik warga di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban. Saat ini, beberapa jalan di Kecamatan Rengel juga kembali terendam banjir, meski saat ini masih bisa dilewati.
Informasi yang didapat, meningkatnya permukaan air Bengawan Solo mengakibatkan 13 Desa yang ada di 4 Kecamatan di Tuban terendam. Diantaranya 4 Desa di Kecamatan Soko, 5 Desa di Kecamatan Rengel, 2 Desa Di Kecamatan Plumpang, dan 2 Desa di Kecamatan Widang. (edp)