Banjir Rugikan Perajin Batu Bata

bata1

SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi

Bojonegoro – Banjir yang melanda Bojonegoro beberapa hari terakhir tealh meluluhlantakkan bisnis perajin batu bata merah di wilayah Kelurahan Ledok,  Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Mereka yang merugi tersebut diantaranya, Suprayitno (45), Budi (53), Suyanto (34),  Ny Mitri (62), dan Warsito (65). Ditaksir akibat bencana ini kwerugian yang diderita dari profesi gantungan hidup tersebut mencapai puluhan juta rupiah. 

Kerugian para pengrajin itu disebabkan oleh cuaca yang buruk yang belakangan terjadi. Selain juga luapan air sungai Bengawan Solo yang membuat batu-batanya terendam air selama empat hari.

“Mulai direndam air pada hari Sabtu malam (16/02/13), kami tak sempat menyelamatkan (batu-bata-Red) karena saking banyaknya,” ujar Suprayitno saat ditemui SuaraBanyuurip.com, Selasa (19/02/2013).

Dia menjelaskan, saking banyaknya batu bata yang diproduksi selama tiga bulan yang tempat produksinya berada di bantaran sungai Bengawan Solo itu, dia tak sempat menyelamatkannya ke dataran yang lebih tinggi. Akibatnya batu-bata yang sudah jadi atau siap jual, dan masih dalam proses pengeringan rusak terendam air banjir.

Baca Juga :   Standar Safety Proyek Blok Cepu Dipertanyakan

Saat ini para pengarajin masih menghentikan aktivitasnya, lantaran tempatnya masih becek ditambah bahan-bahannya juga belum ada. “Berhenti total, Mas, karena tanahnya masih becek,” sambung Suprayitno.

Kerugian yang dialami per perajin sekitar Rp10 juga hingga Rp15 juta. Belum lagi ditambah ongkos pekerjanya yang setiap memproduksi batu bata menggunakan tiga pekerja. (had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *