SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Bantuan korban banjir luapan air Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur masih minim. Jumlah bantuan sembako yang diterima warga jauh dari jumlah korban banjir yang membutuhkannya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan juga baru mendistribusikan bantuan untuk korban banjir, Selasa (19/2/2013) sore di wilayah Kecamatan Babat.
Walau banjir menerjang Desa Truni, dan lima desa lain di wilayah Babat sejak hari Minggu (17/2/2013) lalu, namun bantuan dari BPBD baru turun sore tadi. Pihak kecamatan mengaku sudah mengajukan laporan ke BPBD Lamongan sesuai data yang diterima dari desa yang dilanda bencana sejak hari Senin (17/2/2013) kemarin.
Bantuan yang diberikan di Truni berupa sembako terdiri dari beras satu ton, gula pasir 200 kilogram, dan mie instan. Bantuan tersebut dibagi dalam 200 paket. Namun karena hampir semua wilayah desa tergenang banjir, bantuan tersebut dianggap kurang memadai. Apalagi dibandingkan dengan banjir sebelumnya, bulan lalu, banjir akibat luapan sungai terpanjang di Jawa ini lebih besar.
Kondisi ini membuat pemerintah desa sempat kebingungan. Setelah dirapatkan akhirnya diputuskan paket 200 sembako tersebut dibongkar kembali dan dibagi menjadi 446 paket.
“ Agar tidak terjadi konflik dimasyarakat akhirnya dari 200 paket sembako tersebut oleh perangkat desa dibagi lagi menjadi 446 paket, disesuaikan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Truni, “ kata Sundoko seraya menambahkan, paket sembako tersebut akan dibagikan sendiri oleh perangkat desa.
Seperti diketahui, banjir kembali ‘menenggelamkan’ Desa Truni. Akibat derasnya curah hujan, luapan air Bengawan Solo mulai masuk ke desa yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban ini sejak jumat, (13/2/2013). Air semakin meninggi dan menenggelamkan ratusan hektar sawah, dan 125 rumah mulai hari Minggu lalu. Banjir kali ini lebih parah dari banjir sebelumnya yang terjadi bulan lalu. (tok)