Dishub Monitoring Penyeberangan Bengawan Solo

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro melakukan pemantauan sejumlah lokasi penyeberangan Sungai Bengawan Solo yang menguhubungkan Bojonegoro – Tuban, Jawa Timur, Rabu (20/02/2013). Monitoring ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban penumpang perahu tradisonol yang beberapa waktu lalu sempat terjadi di Bojonegoro.

Dalam monitoring itu rombongan Dishub menyisir lokasi tambangan mulai Desa Kalirejo, Kecamatan Balen sampai di tambangan Jetak Kota Bojonegoro. Kemudian ke sejumlah wilayah Kalitidu hingga Ngeraho.

“Kami mengecek para penambang dan driver, (pengemudi), yang belum menggunakan rompi pelampung,” tegas Koordinator Kasi Bima Angkutan Air Dishub Bojonegoro, Iriyanto.

Dia menerangkan, monitoring ini dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban tenggelam saat menyebrangi bengawan solo dengan menggunakan perahu kayu.

“Kita antisipasi, walaupun airnya naik atau turun, saya mohon pelampungnya di pakai,” terang Iriyanto kepada driver di Desa Trucuk.

Dia mengungkapkan, petugas menemukan beberapa titik penyebrangan yang belum menyiapkan pelampung. Padahal sebelumnya seluruh driver perahu di kota Bojonegoro sudah difasilitasi oleh Dishub dan BPBD Bojonegoro.

Baca Juga :   1.500 Peserta Ikuti Giat SKK Migas Pre IOG SCM Summit 2024

“Di tambangan Taman Bengawan Solo dan tambangan Trucuk kita menemukan tak membawa pelampung,” pungkas Yanto.(Had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *