Kontraktor Migas Diminta Tuntaskan Perijinan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Badan Perijinan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta semua perijinan untuk proyek migas di Bojonegoro segera diselesaikan. Baik itu perijinan proyek di Blok Cepu, Blok Tuban, sumur minyak tradisional, maupun di Blok Gundih.

Kepala Badan Perijinan Bojonegoro, Bambang Waluyo, menyampaikan, ada beberapa ijin yang belum diselesaikan sampai saat ini. Diantaranya bletching plan dan genset di lokasi proyek Enginering, Procurement and Cosntructions (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, eksplorasi yang rencananya dilaksanakan oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) di wilayah Kecamatan Malo, serta pemasangan pipa 10 inci sepanjang 500 meter dari Sumur Sukowati Pad B ke Pad A, Blok Tuban oleh Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ).

“Tolong untuk PT Tripatra segera menyelesaikan ijin-ijin tersebut. Mengingat selama ini sudah lama digunakan terlebih genset dan bletching plan,” tegas Bambang Waluyo saat rapat evaluasi mingguan yang diadakan oleh Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) dan kontraktor EPC Banyuurip, Rabu (20/2/2013)

Baca Juga :   Proyek EPC 1 Belum Capai 50 %

Menanggapi permintaan itu, Field Service Manager PT Tripatra Engineers & Construtors, Totok Wibowo mengungkapkan jika saat ini pihaknya sudah mengurus semua perijinan yang dimaksudkan. Baik bletching plan maupun genset hanya melengkapi beberapa persyaratan yang masih kurang.

“ Untuk ijin tersebut sekarang masih  proses dan akan kami tuntaskan semuanya,” tegas Totok.

Terpisah, perwakilan JOBP-PEJ, Ridwan, mengungkapkan, semua ijin pemasangan pipa 10 inci sudah diurus dan telah selesai. Meskipun agak terlambat dalam kepengurusan ijin bangunan (IMB) maupun Ijin gangguan (HO).

“Waktu itu kita menggunakan ijin prinsip pra konstruksi sambil menunggu ijin HO dan IMB terbit,mengingat dikejar target,” sambung Ridwan memberikan penjelasan.

Sedangkan, perwakilan Pertamina EP, Aris, menyatakan, akan menyampaikan permintaan tersebut kepada pimpinan. Karena saat ini pimpinan Pertamina EP sedang ada kendala sehingga tidak bisa hadir mengikuti rapat evaluasi ini.

 “Terimakasih pak, akan saya sampaikan nanti kepada pimpinan,” timpal Aris singkat. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *