SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Bencana banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengundang keprihatinan pejabat tingkat pusat. Mereka datang langsung ke lokasi banjir untuk memberikan bantuan guna meringankan beban korban banjir.
Seperti yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)Â Perwakilan Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), Komisi VII DPR RI bersama Kontraktor Kontrak Kerja sama (K3S) migas di Bojonegoro yaitu Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator Blok Tuban dan Pertamina EP, operator Blok Gundih, memberikan bantuan 1900 paket sembako, Rabu (20/2/2013).
Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro, mengaku, turut berduka dengan adanya bencana banjir Bengawan Solo yang dialami oleh masyarakat Bojonegoro. Dalam kesempatan ini pihaknya ingin menjadi bagian dari kedukaan masyarakat, meskipun sekarang sudah surut.
“Kami disini bersama MCL, JOB P-PEJ, dan Pertamina EP bukan sekedar empati. Akan tetapi sudah kewajiban semua untuk membantu bagi saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana,” ungkapnya disela-sela serah terima bantuan dikantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didampingi Asisten I Bagian Hukum dan Pemerintahan Pemkab Bojonegoro.
Menurut dia, meskipun bantuan yang diberikan masih belum seberapa, tapi paling tidak bisa mengurangi sedikit penderitaan korban banjir. SKK Migas bersama K3S selalu menyiapkan anggaran untuk bencana, baik daerah atau nasional. Sehingga tetap ikut berpartisipasi seandainya terjadi bencana alam seperti banjir,tanah lonsor,gunung meletus dan sebagainya.
“Semua bencana yang ditetapkan oleh BNPB ,masyarakat perminyakan indonesia harus selalu mempunyai perhatian yg baik untuk kebencanaan,”imbuhnya.
Dia menerangkan, bantuan ini masih tahap pertama. Karena itu apabila terjadi banjir besar akibat luapan sungai Bengawan Solo akan ada lagi dan semua K3S terus konsisten berpartisipasi memberikan bantuan sesuai kebutuhan baik itu sembako, obat-obatan ataupun pakaian.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Kusnandaka Catur yang mewakili Bupati Bojonegoro Suyoto, mengatakan, jika bicara banjir, di Bojonegoro sejak dahulu kala memang daerah banjir. Karena itu, seperti yang disampaikan Kang Yoto, masyarakat harus berharmoni dengan kondisi tersebut.
“Dengan itu kita punya pelajaran,yaitu selalu memiliki persiapan diri untuk waspada,namun sekarang memperhatikan juga adanya banjir bandang dari daerah selatan,karena hutan yang sudah gundul,”tandasnya.
Sementara itu, sebagai lanjutan dari kegiatan kegiatan kemanusiaan tersebut, bersama SKK Migas Perwakilan Jabamanusa, Komisi VII DPR RI ,MCL,JOB PPEJ dan Pertamina EP (PEP) Region Jawa Field Cepu, langsung menyalurkan bantuan kepada para korban banjir. Bantuan yang diserahkan sebanyak 1900 paket berupa paket sembako antara lain beras, gula, minyak goreng, dan mie instant bagi warga beberapa desa di Kabupaten Bojonegoro yang terdampak banjir.
Setelah penyerahan bantuan ke BPBD, rombongan kemudian menuju Desa Simbatan dan Desa Piyak Kecamatan, Kanor untuk melihat dari dekat dan menyampaikan simpati kepada masyarakat sekitar yang terdampak banjir serta menyerahkan bantuan secara simbolis. (rien)