Pemkab Dituding Tidak Pro Rakyat

supra

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Ketua DPD Partai Gerindra, Jawa Timur, Soepriyatno, menuding Pemkab Bojonegoro tidak berpihak kepada potensi lokal terkait proyek minyak dan gas bumi (migas) yang ada di wilayahnya. Padahal sektor ini menjadi harapan rakyat untuk bisa andil di dalamnya.

“Pemerintah lebih pro asing, warga lokal ditinggalkan,” tegas Soepriyatno, saat menghadiri Bakti Sosial DPC Partai Gerindra Bojonegoro, di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (21/2/2013).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menambahkan, saat ini warga lokal yang sudah andil di proyek migas di Bojonegoro hanyalah seperempat atau 25 persen saja. Selebihnya semuanya menggunakan tenaga asing.

“Sebetulnya di Indonesia banyak orang-orang cerdas, lulusan ITB, ITS, dan seterusnya itu, tetapi kenapa bergantung pada orang asing terus,” katanya penuh semangat. Dewan dan Pemkab, lanjut dia, harus berfikir bagaimana sumber alam yang berada di Bojonegoro ini bisa dikelola oleh warga lokal.

“Jadi orang Bojonegoro tidak kerja kasar terus,” tegasnya.

Baca Juga :   Warga Usulkan Datangkan Tenaga Ahli

Dia mendesak agar Dewan dan Pemkab lebih berfikir serius, bagaimana proyek migas di Bojonegoro tidak selalu bergantung kepada tenaga asing. Proyek-proyek besar itu secara tidak langsung akan menimbulkan dampak, entah itu banjir, maupun bencana lain.

“Kalau dikelola orang asing, kalau ada banjir yang kena siapa? Ya warga lokal pastinya,” pungkas Soepriyatno. (had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *