Pengusaha Catering Harus Bersertifikasi

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Industri minyak dan gas bumi (migas) di Blok Cepu mendorong minat masyarakat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memperoleh sertifikasi untuk standartisasi jasa catering. Sebab itu akan memudahkan mereka menangkap peluang usaha.   

“Saya masih ingat pada tahun 2009 lalu sebelum dimulainya proyek migas di Blok Cepu pengusaha catering masih enggan ikut pelatihan dan sertifikasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Haryono, saat memaparkan materi kelayakan jenis usaha makanan dalam pelatihan Refreshment Training For Local Cathering yang dilaksanakan PT. Tripatra Engineers & Constructors di Hotel Layung Jl.Raya Kalitidu-Padangan, Rabu (20/2/2013).

Namun sejak proyek migas dimulai, ungkap dia, masyarakat mulai berduyun-duyun meminta pelatihan dan sertifikasi. Karena dalam proyek migas mensyaratkan standart tertentu agar dapat terlibat didalamnya.

“Bahkan mereka berani membayar pelatihan, padahal pemerintah dengan dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) ketika itu menggratiskan,” ujar mantan Kepala RSUD Sumberejo ini.

Meski demikian, Haryono menghimbau, agar pengusaha catering tidak hanya mengejar sertifikat dan pelatihannya. Akan tetapi bagaiamana membuat makanan yang dikatakan layak dan bersih. Sehingga pengusaha cathering baik untuk masyarakat Bojonegoro maupun di ring I Banyuurip, Blok Cepu dapat meningkat kualitasnya.

Baca Juga :   PLTU Tanjung Awar-awar Serap Limbah Jagung Tuban

Sebab, lanjut dia, walaupun sebatas memasak namun pemerintah memiliki aturan sebagaimana yang termaktub dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 033 Tahun 2012 tentang bahan tambahan makanan.

“Apalagi sempat ditemukan penyalahgunaan bahan pengawet seperti borak dan formalin didalam makanan,” terangnya.

Sementara itu, Community Affairs konsorsium PT.Tripatra Engginers and Constructors-Samsung, Budi Karyawan, mengungkapkan, ada puluhan ribu pekerja proyek membutuhkan jasa cathering. Dia berharapa agar pengusaha cathering selalu menjaga kebersihan dan berinovasi dalam menjalankan usahanya.

“Selain EPC-1 masih banyak proyek lain yang bisa dijadikan peluang bisnis ini,” tutur Budi. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *