SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemasangan pipa Banyuurip milik operator minyak dan gas (Migas) Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) bertabrakan dengan pipa milik Pertamina, di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dua pipa itu memiliki jalur sama, namun pipa Pertamina lebih dulu terpasang selama beberapa tahun sebelum pipanisasi Blok Cepu dimulai.
Akibatnya, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 2 Banyuurip, PT Inti Karya Persada Tekhnik (PT IKPT), pelaksana proyek pipanisasi 20 inci, harus melakukan penggalian lebih dalam dititik bertemunya pipa Blok Cepu dengan pipa milik Pertamina. Tujuannya agar pipa MCL dari Lapangan Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro menuju Kecamatan Palang, Tuban itu bisa tetap melewati tempat tersebut.
“Kita siasati dengan melewatkan pipa dibawah milik Pertamina yang sudah lebih dahulu terpasang,†tandas Humas PT IKPT Tuban, Anaf, saat dikonfirmasi suarabanyuurip melalui ponselnya, Jumat (22/2/2013).
Anaf mengaku persoalan ini telah dibicarakan antara pihak Pertamina, MCL, maupun BP Migas yang saat ini berganti nama menjadi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), sebelum pemasangan pipa dimulai. Hasilnya, disepakati pipa akan dilewatkan dari bawah pipa milik Pertamina yang telah terpasang.
“Tidak ada kendala mas sebenarnya, karena persoalan ini sudah dibicarakan,†tegas Anaf.
PT IKPT memastikan, pemasangan pipa ditempat tersebut akan aman untuk dilaksanakan. Karena sudah diperhitungkan secara teknis. Rencana pengerjaannya, pipa ditempat tersebut akan dilakukan sekitar dua minggu lagi.
Sebelum pipa milik MCL dipasang, di Desa Sumberagung sebelumnya juga telah terpasang pipa minyak milik Pertamina. Pipa tersebut, dikabarkan adalah pipa penghubung antara Terminal Transit Utama (TTU) Tanjung Awar-awar ke Surabaya. (edp)