PT USP Selamatan untuk Mulai Proyek Gas Flare

tumpengan

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Untuk mengawali kegiatan konstruksi di pabrik gas flare Lapangan Sukowati, Blok Tuban, BUMD Pemkab Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangkit Sarana (BBS), bersama sub kontraktornya, PT Unggul Setia Persada (USP), mengadakan, tasyakuran di lokasi processing gas di Dukuh Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin.

Direktur Utama PT USP, Yuda Alamsyah, mengatakan, tasyakuran yang diikuti oleh warga Desa Campurejo, Kecamatan Kota, dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas merupakan serangkaian kegiatan untuk mengawali proyek gas flare ini.

“Semoga pada awal kegiatan berjalan normal dan tidak terjadi kendala apapun di lapangan,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Dia menyatakan, kegiatan yang sekarang sudah dimulai adalah moving kendaraan untuk mengangkut alat-alat berat ataupun material yang dibutuhkan untuk konstruksi. Selain itu, juga mengumumkan kepada masyarakat luas jika PT USP membuka lebar-lebar kesempatan bergabung baik untuk pengusaha lokal maupun tenaga kerja lokal.

“Seperti yang sudah saya sampaikan dari awal, jika kami akan menggandeng lokal sesuai amanah Peraturan Daerah No 23 Tahun 2011 tentang konten lokal,” tandasnya.

Baca Juga :   Kades Butoh Matyanto Lantik Dua Perangkat Desa

Sementara itu, salah satu warga setempat, Yusuf (30), mengatakan, jika memang keberadaan PT USP di Desa Campurejo menjadi sorotan publik karena kegiatan yang dilaksanakan oleh mereka merupakan harapan besar untuk mendapat pekerjaan.

“Alhamdulilah, sekarang sudah mulai terbuka dan kami disini menyambut positif keberdaan PT USP ini sebagai sub kontraktor dari BUMD PT BBS. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan warga masih mengharapkan PT BBS juga melibatkan warga tidak hanya dari sub kontraktornya saja,” imbuhnya.

Bapak satu anak ini berharap, keberadaan proyek di Desa Campurejo mampu merekrut sebanyak mungkin tenaga kerja lokal, agar bisa menjadi tumpuan hidup mengingat banyaknya pemuda yang masih menganggur dan membutuhkan pekerjaan.

“Kalau saya cukup bertani saja, hanya tetap berharap ada warga disini ikut serta. Karena kami disini sudah seperti saudara, jadi ikut mengawasi kegiatan yang  mereka lakukan,” tukasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *