SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban –Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, mulai melakukan persiapan konstruksi proyek engineering, procurement and constructuction (EPC) dikawasan laut Tuban, Jawa Timur. Salah satunya adalah melakukan penyisiran kawasan perairan utara sebelum memulai pipanisasi minyak dibawah laut.
“Beberapa waktu lalu, pihak kontraktor kami bekerja sama dengan TNI AL telah dua kali melakukan pengecekan daerah sekitar laut Tuban,†terang Fild Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (26/2/2013).
Penyisiran itu untuk memastikan perairan laut utara di Tuban aman. Karena tempat tersebut akan digunakan dua paket proyek besar. Yakni EPC 3 Banyuurip, yaitu penanaman pipa minyak didasar laut sepanjang 32 kilometer yang dilaksanakan Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – LIKPIN.
Serta EPC – 4 Banyuurip, yaitu pembuatan kapal tanker raksasa tengah laut yang akan digunakan sebagai penampung minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, yang dikerjakan Konsorsium PT. Scorpa Pranedya – Sembawang Shipyard. Minyak mentah itu dialirkan melalui pipa menuju laut lepas perairan utara di Tuban. Â
Rexy belum bisa memastikan waktu pengerjaan penanaman pipa didasar laut. Dia hanya menjelaskan, saat ini EPC – 3 masih dalam tahap persiapan kontruksi awal. Sedang EPC 4 saat ini kapal tanker yang akan digunakan sebagai penyimpanan minyak mentah masih dikerjakan di Singapura.
“Masih dalam tahap persiapan kontruksi mas,†jelasnya.
Disinggung mengenai perijinan, Rexy mengatakan, akan melakukan pengecekan lagi. Mantan jurnalis ini menandaskan, yang pasti pihaknya tidak akan berani memulai sesuatu pekerjaan sebelum mengantongi perijinan.
“Saya akan cek lagi mas, yang jelas kita tidak akan berani memulai pekerjaan apabila perijinan belum lengkap,†tegasnya. (edp)