Prostitusi Terselebung Warung Remang Kedungrembuk

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Praktek prostitusi terselubung dengan kedok warung masih marak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Salah satunya terdapat di Dusun Bogan, Desa Kadungrembug, Kecamatan Sukodadi.

Dari pantauan suarabanyuurip.com, ditempat tersebut terdapat sekira 20 warung remang-remang. Selain menyediakan minuman, warung-warung tersebut disinyalir juga menyediakan pelayanan plus-plus. Karena diwarung itu banyak menyediakan wanita penghibur yang rata-rata usianya 30 tahun keatas.

Ditempat ini, setiap warung terdapat dua sampai tiga wanita berdandanan menor dengan baju super ketat. Para pekerja seks komersial (PSK) di warung ini tidak berani terang-terangan menawarkan diri kepada setiap pengunjung yan datang. Sebab selain takut dengan petugas yang menyamar, mereka sudah memiliki pelanggan tetap.

“Daerah itu sudah terkenal sebagai tempat mangkalnya wanita nakal (pekerja seks komersial/PSK) mas,” ujar warga Kadungrembug yang meminta identitasnya tak disebut, Senin (25/2/2013).

Sumber itu menerangkan, beberapa kali operasi yang gelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukodadi cukup membuat jera para PSK yang mangkal di warung-warung tersebut. Namun itu tidak berlangsung lama. Sebab selang beberapa hari dari operasi itu para PSK kembali menjamur.

Baca Juga :   Besuk Dinas Pertanian Cek Lapangan

“Kesannya selalu kucing-kucingan dengan satpol PP. Entah kenapa kok tidak ditutup saja seperti di Gandul Tuban, “ terang lelaki berkulit gelap tersebut.

Dikonfirmasi tentang keberadaan tempat esek-esek tersebut, Kepala Satpol PP Kecamatan Sukodadi, Suyitno, membenarkan adanya tempat mesum di warung-warung tersebut. Menurutnya, satpol PP sudah berulangkali melakukan operasi.

“Kami sudah berulangkali operasi mas, tapi nggak tahu sekarang ini mereka (PSK) masih mangkal warung itu atau tidak,” sambung Suyitno.

Petugas Keamanan Pemkab Lamongan bertubuh tinggi gempal ini menambahan, tempat tersebut sekarang ini hanya merupakan tempat transit. “Tempat tersebut hanya digunakan tempat transaksi kemudian dibawa (main) keluar, “ terangnya lagi. Biasanya para PSK tersebut mangkal ditempat tersebut saat sore hingga malam hari. Melakukan transaksi dengan pelanggannya kemudian dibawa keluar (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *