SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), menekankan kepada para kontraktor yang menggarap proyek Engeenering Procurement and Construction (EPC)-1 hingga EPC-5, untuk lebih meningkatkan pengamanan di area kerjanya. MCL pun tak menghendaki insiden tewasnya Khoirul Anam (8), terulang dalam perjalanan pengerjaan proyek selanjutnya. Â
Field Public and Government Affairs MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, kejadian yang terjadi di wilayah kerja Tripatra-Samsung (kontraktor EPC-1) tersebut bisa menjadi pelajaran bagi semua kontraktor. Mereka diminta untuk lebih meningkatkan pengawasan keamanan di area wilayah kerjanya masing-masing.
“Kejadian ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Lain itu, kami bersama kontraktor terkait masih terus berkoordinasi, dan bekerja sama dengan kepolisian setempat,” kata Rexy Mawardijaya, melalui pesan pendek, Rabu (27/2/2013).
Ketika disinggung berkaitan sanksi kepada kontraktor, Â pria berkaca mata minus itu menjelaskan, MCL telah menekankan pihak kontraktor untuk lebih ketat lagi dalam menjaga area kerjanya supaya tidak terjadi lagi hal yang sama.
“Kami tekankan, semua kontraktor yang terlibat di proyek Banyuurip, Blok Cepu harus lebih meningkatkan keamanan di area proyek masing-masing. Utamanya di lokasi titik rawan bagi anak-anak bermain,” tegas Rexy. (sam)Â