SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Pengurus Cabang Wushu Indonesia (Pengcab WI) Lamongan sudah terbentuk sejak 2011 lalu. Meski demikian cabang olahraga (cabor) ini mungkin masih asing di sebagian besar masyarakat Lamongan. Terkait itu Pengcab WI mengenalkan cabor ini ke sekolah-sekolah melalui kegiatan pelatihan pelatih Wushu Sanda di Gedung Olahraga (GOR) setempat.
Dalam pelatihan yang diikuti 94 orang peserta dari unsur guru SMP, SMA dan SMK tersebut, juga dilakukan peragaan oleh dua atlet Wushu Sanda dari Pengcab WI Sidoarjo, yakni Jefri dan Yaskur. Wushu Sanda (dulu bernama Wushu Sanshou) sendiri adalah salah satu cabang wushu jenis tarung tangan kosong, full body contact.Â
Dalam peragaan yang dipimpin Anang Afandi, wasit wushu asal Lamongan, diperagakan sejumlah gerakan yang ada dalam tarung Wushu Sanda. Sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Pengprov WI Jatim, Pujianto, hanya ada empat teknik dalam Wushu Sanda. Yakni teknik tendangan, bantingan, dorongan dan pukulan.
“Karena sangat sederhana, hanya ada empat teknik, olahraga ini sebenarnya sangat mudah untuk dikenalkan. Jika calon atlet sudah memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi, pengenalan teknik dalam Wushu Sanda akan menjadi lebih mudah. “ ujarnya saat di GOR Lamongan.
“Terlebih wushu ini adalah jenis pertarungan bebas, full body contact, “ imbuh dia. Namun dia menambahkan, segi keamanan sangat diperhatikan dalam Wushu Sanda. Sehingga atletnya saat berlaga harus dilengkapi dengan pelindung kepala dan badan juga gigi. Mereka juga diwajibkan menggunakan sarung tanngan seperti dalam olahraga tinju.
Pengcab WI Lamongan sendiri aktif mengikuti berbagai kompetisi. Seperti dalam Porprov Jatim III dua tahun lalu di Kediri yang mengirimkan enam orang atlet. Meski langkah mereka berhenti di babak semifinal. Sementara pada Porprov Jatim IV di Madiun Juni nanti, akan dikirmkan tujuh orang atlet. (tok)