Membangun Partisipasi untuk Akses Jalan Baru

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Proses pembangunan jalan alternatif (alternative road) yang menghubungkan Dusun Temlokorejo dengan Dusun Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih terus dilangsungkan. Program hasil kerja sama Mobil Cepu Ltd (MCL), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dan Institute Development of Society (IDFoS) tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengelola Program (TPP) masyarakat Desa Gayam.

Manajer Program Peningkatan Infrastruktur Desa Berbasis Masyarakat, Joko Hadi Purnomo, mengungkapkan, hingga Minggu III Februari 2013, pembangunan jalan alternatif tersebut telah mencapai progres fisik sekitar 12 persen lebih. Dengan rincian, di jalan sisi selatan proses clearing dengan ketebalan 0,3 meter dan lebar 4,5 meter sepanjang 975 meter. Sedangkan proses clearing di jalan sisi utara mencapai 100,8 meter dengan ketebalan 0,3 meter dan lebar 4,5 meter.  

Sementara untuk progres fisik pengurukan, lanjut Joko Hadi Purnomo, di jalan sisi selatan titik timur kali telah mencapai panjang 560 meter, dengan ketebalan 0,8 meter, dan rata-rata lebar jalan 5 meter. Untuk jalan sisi utara progres pengurukan fisik telah mencapai panjang 100,8 meter, ketebalan 0,8 meter, dan lebar jalan masing-masing 5 meter.

Baca Juga :   Petani Kedelai di Bojonegoro Terancam Rugi

”Total panjang yang sudah dikerjakan hingga Minggu III Februari 2013, di sisi selatan sepanjang 975 meter. Sedangkan di sisi utara mencapai panjang 1.255 meter. Progres fisik tersebut untuk pengerjaan di titik timur kali. Sedangkan saat ini juga sudah dimulai pengerjaan di titik barat kali,” katanya.

Joko Hadi Purnomo menjelaskan, pembangunan jalan alternatif berupa paving stone tersebut nantinya dengan panjang total 2,15 kilometer dan lebar jalan 4,5-5 meter. Durasi pembangunan jalan plus tahapan program memakan waktu 12 bulan.

”Selain berupa jalan, program ini juga mencakup pembangunan jembatan dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang jalan alternatif tersebut, dilengkapi dengan passing by (persimpangan jalan),” paparnya.

Direktur IDFoS, Ahmad Taufiq, menambahkan, program peningkatan infrastruktur Desa Berbasis Masyarakat ini merupakan satu dari enam komitmen sosio ekonomi yang dilaksanakan Mobil Cepu Ltd untuk masyarakat sekitar daerah operasi.

”Pembangunan jalan alternatif merupakan kesepakatan antara Pemkab Bojonegoro, Pemerintah Desa dan Kecamatan Gayam, serta Mobil Cepu Ltd. Tujuannya adalah untuk membuka akses jalan baru bagi masyarakat, khususnya Dusun Temlokorejo dan Kaliglonggong,” sambung Taufiq menerangkan.

Baca Juga :   Mendapat Tambahan 6 Persen LPG Melon

Bukan hanya peningkatan infrastruktur dasar desa yang menjadi ruang lingkup program tersebut. Menurut Ahmad Taufiq, penguatan kapasitas masyarakat juga menjadi ruang lingkup dalam program tersebut.

”Yakni, melalui kegiatan pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang meliputi konsultasi, fasilitasi, koordinasi, dan asistensi,” imbuhnya.

Karena, tambah Ahmad Taufiq, ada tiga sasaran pokok dalam program ini. Yaitu, tersedianya infrastruktur perdesaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, berkualitas, berkelanjutan, maupun berwawasan lingkungan; meningkatnya kemampuan masyarakat perdesaan dalam penyelenggaraan infrastruktur perdesaan; dan mendorong terlaksananya penyelenggaraan pembangunan prasarana transportasi perdesaan yang partisipatif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *