SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro-Pengelola meterial batu kricak bahan cor di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tepatnya di pinggir Jalan Raya Bojonegoro-Padangan dikeluhkan pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut. Rata-rata yang dikeluhkannya adalah terkait dengan tidak dipasangnya Flagmen (manusia bendera), sebagai keamanan saat mobil pengangkut material hendak ke luar masuk lokasi material.
Pengendara motor, Juprianto, mengeluhkan, sangat berbahaya jika lokasi pembuat bahan meterial yang berupa koral itu tidak diberi manusia bendera sebagai pengatur keamanan saat mobil pengangkut koral itu ke luar lokasi atau sebaliknya. Karena, membuat pengguna jalan yang sedang melintas sering terganggu dan kurang nyaman.
“Saya khawatir jika tidak diberi orang pengatur keamanan ke luar masuknya mobil pengangkut material itu akan menjadi rawan kecelakaan,” kata Juprianto yang sedang menunggu melintas untuk melanjutkan perjalan dari Bojonegoro-Padangan, Senin (04/03/2013).
Pria yang mengaku warga Padangan, Bojonegoro itu berharap, pihak menajemen pengelola material koral atau dinas terkait untuk segera melakukan tindakan. Palng tidak memberi pengamanan agar tidak terjadi insiden di jalur ramai tersebut.
“Kalau kondisi siang hari dan tidak hujan masih bisa mengantisipasi bagi pengendara. Namun, kalau kondisinya malam, dan cuaca hujan akan sangat berbahaya jika tidak diberi pengatur jalan,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Talok, Supardi, membenarkan jika di wilayah desanya ada pengelola material koral bahan cor tersebut. Namun, terkait dengan permasalahan yang dikeluhkan pengguna jalan itu akan dikoordinasikan dengan pihak pengelola.
“Pihak Manajemen pengelola sudah memberi tahu ke Pemdes Talok, Mas. Namun, terkait dengan keluhan itu akan saya koordinasikannya,” kata Supardi melalu pesan pendek.
Ketika ditanya terkait dengan CV atau PT yang mendirikan pengolahan material diwilayah desa Talok itu namanya apa, pria yang berhoby sepak bola itu tidak memberikan jawaban. (sam)