SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Operator migas Blok Gundih, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) belum mengetahui secara pasti rencana pembebasan lahan jalur pipa unitisasi (penggabungan) sumur migas Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo menuju lokasi sumur gas Jambaran, Blok Cepu di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina EP, Agus Amperianto, mengaku, belum mengetahui secara pasti unitisasi tersebut. Karena, locus dimaksud agak berbeda dengan pengusahaan di sumur TBR yang Pertamina EP eksploitasi potensi minyak-nya.
“Anda bisa konfirmasi ke rekan-rekan EMCL (Exxon Mobil Cepu Limited) atau teman-teman di mitra EMCL yaitu Pertamina EP Cepu Indonesia (PEPCI ),” saran Agus Amperianto melalui pesan pendek, Senin (04/03/2013).
Dia menduga, kemungkinan yang melakukan survey lokasi lahan adalah dari operator unitisasi yaitu EMCL-PEPCI. Sehingga, secara pastinya Pertamina EP belum mengetahuinya. Untuk memastikannya, dia akan lebih dulu memastikan dengan tim Pertamina dari Cirebon. Sebab tim topografi tidak melakukan pembebasan lahan.
â€Makanya, saya perlu tau siapa yang melakukan dari Pertamina EP. Sekiranya ada tambahan info, akan saya lengkapkan,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Tambakrejo, Andik Sujarwo, mengatakan, hingga saat ini pihak kecamatan belum mengetahui jika ada rencana pembebasan lahan untuk jalur pipa dari TBR menuju sumur gas Jambaran tersebut.
“Informasinya memang ada wacana bahwa tim dari topografi Pertamina sudah melakukan cek jalur pipa TBR-Jambaran tersebut. Namun, benar atau tidaknya saya belum tahu persis, Mas. Karena, dari pihak Pertamina belum memberi tahu kepada saya secara tertulisnya,” sambung Andik Sujarwo.
Andik mengaku, dirinya juga sudah mengecek kabar pembebasan lahan tersebut kepada Kepala Desa Kalisumber M. Yantoro, namun juga belum ada pemberitahuan dari Pertamina.(sam)