SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro membantah keras bila tewasnya sekeluarga di perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu di Dukuh Kenting, Desa Pohwates, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (04/03/13) kemarin, diakibatkan menghindari operasi lalu lintas yang digelar Satlantas Polsek Baurno dijalan tak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut Kasat Lantas Polres Bojongeoro, AKP Oscar Syamsudin, tewasnya tiga orang yakni Kasiyati (50), Miftahul Aini (26), dan Gio Dewa Larasati (5), satu keluarga asal Dukuh Bangle RT 17 RT 05, Desa Banjaran, Kecamatan Baureno, itu murni karena keteledoran korban saat melintasi perlintasan yang akhirnya ditabrak kereta api Herena.
“Jadi tidak benar rumor itu. Kecelakaan itu murni keteledoran korban. Bukan karena menghindari operasi,” tegas Oscar Syamsudin didampingi Kasubag Humas Polres, AKP. Subarata kepada sejumlah wartawan di Mapolres Bojonegoro, Selasa, (5/4/2013).Â
Oscar mengakui, bersamaan dengan tewasnya korban direncanakan operasi lalu lintas yang dilaksanakan Polsek Baurno. Namun belum sempat operasi dilaksanakan, kecelakaan kereta api sudah terjadi. Selain itu, antara tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan dengan lokasi operasi jaraknya cukup jauh.
“Kurang lebih 65 meter, jadi kalau ada kabar korban menghindari operasi itu tidak benar,” tandas Oscar.
Untuk itu, dia menghimbau, agar masyarakat lebih waspada saat melintasi rel KA. Terlebih perlintasan yang tidak berpalang pintu.
“Sebentar lagi doble track juga sudah mulai beroperasi, tentunya ini akan lebih menghawatirkan bagi masyarakat yang melintas,” pungkas dia.
Seperti diberitakannya sebelumnya, satu keluarg tewas dihantam kereta Herena di perlintasan yang tidak berpalang pintu di Dusun Kenting, Desa Kepohbaru. Diduga korban tak mengetahui kereta api yang melaju dari barat karena terhalangi beberapa dump truk yang parkir di badan rel yang tak jauh dari lokasi kejadian.(had)