SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Kursi Presiden Direktur (Presdir) perusahaan energi minyak dan gas bumi (migas) Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI) masih belum terisi. Itu terjadi lantaran kerusahaan belum mengajukan nama kepada pemerintah Indonesia melalui SKK Migas.
“Sampai saat ini belum ada,” ujar Kepala Lembaga Hubungan Masyarakat SKK Migas, Elan Biantoro saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Selasa (5/3/2013). “Mekanismenya yang harus mengajukan calon Presiden Direkturnya ke pemerintah melalui SKK Migas.â€
SKK Migas yang saat ini di bawah naungan Kementerian Energi Sumber Daya Alam (ESDM) memiliki kewenangan untuk tidak memperpanjang kontrak direksi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asing. Kendati demikian, dia mengakui, untuk mencari penggantinya, tidaklah mudah dan harus kapabel di bidangnya.
“Untuk mencari penggantinya harus selektif, kemudian nanti juga akan kita lakukan fit and proper test,” ucap Elan.
Sebagaimana diketahui, pada bulan Januari 2013 lalu Presiden Direktur EMOI, Richard Owen, tidak lagi menduduki jabatan tersebut. Menteri ESDM, Jero Wacik, dikabarkan tidak memperpanjang kontraknya. Beragam spekulasi menyebutkan, hal itu karena ada sejumlah faktor penyebab. Salah satunya masih stagnannya jumlah produksi di Blok Cepu dikisaran 22.000-24.000 ribu barel per hari (bph) hingga tahun 2012 lalu yang dioperatori anak usahanya Mobil Cepu Ltd (MCL). (roz)