SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Hampir dua hari Tim Search And Resque (SAR) Brimob Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pencarian jasad Sukatmi (42), korban tenggelam di Bengawan Solo. Namun jasad warga Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, itu tak kunjung ditemukan.
Dalam pencarian jasad perempuan yang diduga mengidap epilepsy itu Tim SAR Brimob terus melakukan penyisiran bengawan. Siang ini mereka dibantu Tagana Bojonegoro dan Tuban menyisir Sungai Bengawan Solo mulai dilokasi penyeberangan tempat korban mencari kayu bakar hingga ke wilayah Tuban.
Namun usaha itu belum juga membuahkan hasil. Tim SAR maupun Tagana mengaku kesulitan karena  aliran air sungai sangat deras. Selain itu arus permukaan sungai juga bercampur pasir padat.
“Kecepatan air 4 kilo perjamnya, jadi kami agak kesulitan,” jelas Komandan SAR Brimob Bojonegoro, Iptu Siswanto disela-sela penyisiran jasad korban.
Dia memprediksi, jasad ibu tiga anak itu berada masih tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). “Sekitar dua kilo dari TKP,” terka dia.
Siswanti menambahkan, tim SAR akan terus menyisir Sungai Bengawan Solo selama tujuh hari jika jasad korban belum ditemukan.
“Sekarang kita dibantu sejumlah tim TAGANA. Mudahan pencarian ini segera berhasil,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban tenggelam saat mencari kayu bakar di bibir Bengawan Solo di sekitar desanya Selasa (5/3/2013) kemarin pagi. Diduga saat mencari kayu itulah penyakit korban kambuh dan kemudian terjatuh di sungai. (had)