SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sampai saat ini, Supriyadi, yang diduga mengalami gangguan jiwa belum mau keluar dari Masjid Jami’ Ar-Rahman, usai membacok Agus Supriyanto salah satu pekerja PT. Tri Wahana Universal ((TWU), Sabtu (9/3/2013) kemarin. Sejumlah tetangga dan aparat keamanan dari Polsek Kalitidu masih berjaga disekitar masjid dan  terus membujuk warga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.
Informasi yang diperoleh dari warga Sumengko, warga maupun aparat keamanan sulit mengambil sikap untuk memaksa Supriyadi keluar. Sebab pria yang dulunya dikenal sebagai dalang wayang krucil itu membawa senjata tajam (sajam) berupa bendo. Akibatnya, sejak siang kemarin tak ada satupun warga yang berani melakukan salat jama’ah di Masjid Jami’ Ar-Rahman.
“Warga takut Supriyadi ngamuk lagi. Jadi dari kemarin sampai sekarang tak ada warga yang berani salat di masjid,” kata salah satu warga Desa Sumengko, Weli kepasuarabanyuurip.com, Minggu (10/3/2013).
Weli mengungkapkan, Supriyadi sebenarnya mengalami gangguan jiwa sudah lama sekira satu tahun lebih. Namun, baru sekira dua minggu ini penyakit itu kambuh dan bertambah parah.
“Informasinya, dia lagi tidak enak hati dengan warga Sumengko yang namanya Agus. Jadi, ketika Supriyadi di Masjid dan ketepaan ada orang yang namanya Agus akhirnya disabet bendo kepalanya. Padahal Agus yang dibacok itu bukan Agus yang membuat hatinya tersinggung,” kata Weli menerangkan.
Kepala Desa Sumengko, Suryono, menambahkan, sampai saat ini sejumlah keluarga dan kerabat masih membujuk Supriyadi untuk keluar dari dalam masjid. “Tapi masih alot belum mau diajak keluar, mas,” ungkap sambung Suryono.
Terpisah, Kapolsek Kalitidu, AKP Wijianto, ketika dikonfirmasi melalui pesan pendek terkait hal itu,hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.
Seperti diberitakan sebelumnya, Supriyadi mengamuk dan membacok Agus Supriyanto, warga Kelurahan Ledok, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (9/3/2013). Korban dibacok saat sedang mengambil air wudu di Masjid Jami’ Ar-Rahman, sekira pukul 12.00 WIB. Akibat sabetan bendo itu Agus mengalami luka dibagian kepalanya dan dijahit PKU Kalitidu. (sam)