Usung Dampak Smartphone Lewat Pantomim

NULL

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Kecanggihan sarana smartphone dewasa ini mengundang keprihatinan komunitas seniman pantomim sanggar Sayap Jendela. Karena pada satu sisi dinilai bisa berdampak pada perilaku yang cenderung asyik dengan dunianya sendiri dan mengabaikan orang disekitarnya.

“Diakui tidak, terutama dari kalangan remaja ada indikator perubahan perilaku kepada penggunanya,” ungkap Koordinator komunitas Ekspresif Mime, Sanggar Sayap Jendela, Mustakim disela kegiatan workshop literasi media di hotel MCM, Bojonegoro, Minggu (3/10/2013).

Perubahan perilaku yang dimaksud adalah pengguna dimungkinkan terlalu berlebihan dalam memanfaatkan kecanggihan smartphone. Seperti halnya Black Berry yang bisa digunakan menulis sebuah status diprogram layanan BlackBerry Messenger (BBM).

“Itu hanya bagian dari contoh saja, seseorang biasanya terlalu asyik menulis sebuah status yang mungkin berlebihan dan kurang bermanfaat,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Mustakim, hal itu secara tidak langsung bisa mempengaruhi hubungan sosial disekitarnya. Karena pengguna lebih disibukkan oleh smartphone dari pada berinteraksi dengan seseorang yang sedang bersamanya.

Berangkat dari hal itu, Mustakim menjadikannya sebuah ide dalam komunitas pantomim yang dipentaskan dalam workshop media literasi. Dimana dikisahkan dua orang sahabat sempat bersitegang karena satu diantaranya terlalu asyik dengan smartphone. Interaksi mereka kerap terganggu dan kecewa lantaran sibuk dengan aktivitasnya.

“Bukan hanya saya, tidak sedikit teman saya yang mengalami hal serupa,” ujar pemuda yang sudah lima tahun menggeluti dunia seni pantomim itu.

Musatkin menceritakan, dalam sebuah sesi peragaan pantonim itu, akhirnya smartphone tersebut terpaksa dicuri untuk mengurangi perubahan sikap dari salah seorang sahabat itu. Singkat cerita, dia sadar bahwa diluar kontrol si pemilik smartphone itu diatas kewajaran.

“Pelajaran yang dipetik, sarana tersebut seharusnya digunakan sewajarnya saja, hanya diri kita sendiri yang bisa mengkontrol dampak dari sebuah kecanggihan teknologi,” tutur Mustakim. (roz).

Baca Juga :   Akademisi Selamatkan Potensi Wisata

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *