Warung Pecel Babat Terancam Digusur

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Belasan pemilik warung pecel di Stasiun Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, was-was. Pasalnya warung pecel itu akan kena gusur karena PT PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengaktifkan tiga jalur rel kereta di statsiun tersebut.

Padahal, nasi pecel stasiun ini merupakan salah satu kuliner dan sudah cukup khas bagi masyarakat Babat. Selain cita rasanya yang mampu menggoyang lidah, pecel ditempat ini tidak saja menyediakan lauk rempeyek sebagai teman nasi. Namun beraneka pilihan lauk lainnya disediakan, dari babat, empal, jeroan, telur dadar hingga sate telur puyuh. Harganya juga tidak terlalu memberatkan kantong.

Tak heran bila warung pecel yang berdiri berderet diarea stasiun Babat tidak sepi pengunjung. Baik para pemakai angkutan kereta api, maupun masyarakat umum yang berdatangan mengisi perut ditempat ini.

Namun keberadaan warung pecel yang telah menjadi ikon kota babat tersebut hanya akan tinggal kenangan ketika PT KAI berencana akan menggusur warung-warung pecel beserta puluhan bangunan lain yang berdiri ditanah PT KAI.

Baca Juga :   Pasca Dioperasi Warung Pangkon Sepi

“Kabarnya PT KAI memang akan menggusur warung pecel dan bangunan yang menggunakan tanah PT KAI, mas,” terang Ida, penjaga salah satu warung pecel.

Menurut Ida, lahan yang akan dibebaskan yaitu antara jalan stasiun hingga jalan raya Babat- Jombang. “Lahan tersebut memang milik PT KAI mas, puluhan bangunan  yang berdiri diatas tanah tersebut akan digusur,” kata Ida.

Sesuai kabar yang diterima Ida, PT KAI akan mengaktifkan tiga jalur kerta api diareal stasiun Babat sehingga akan dilakukan pembebasan lahan.

“Mudah-mudahan hanya issu mas. Kalau benar-benar digusur, bagaimana nasib para penjual pecel disini, “ harap Ida yang mengaku sudah tujuh tahun membuka warung pecel distasiun Babat.

Kepala Stasiun Babat, Sukarman belum bisa dikonfirmasi. Namun menurut seorang petugas yang minta namanya tidak ditulis, membenarkan adanya rencana penggusuran warung disekitar stasiun Babat.  Namun belum bisa dipastikan kapan rencana tersebut akan direalisasikan.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *