SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Suraji, warga Kelurahan Ngrowo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tewas saat melakukan perjalanan ke rumah saudaranya, Murti, warga Dusun Surahan, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Selasa (12/3/2013). Â Diduga, tewasnya pria berusia 50 tahun itu dikarenakan penyakit jantunya kambuh.
Informasi yang diperoleh suarabanyuurip, Â penyakit jantung Suaraji kambuh saat perjalanan bersama saudaranya, Agus dengan mengendarai sepeda Motor Mio Soul warna hitam dengan nopol S 4562 DM menuju Desa Butoh. Namun ketika perjalanan baru sampai antara Desa Ngadiluwih-Kolong, Kecamatan Ngasem, penyakit jantung Suraji kambuh.
Kemudian, Suraji dilarikan ke Puskesmas Ngasem untuk mendapatkan pertolongan. Namun, sesampai di Puskesmas sekira pukul 15.00 WIB, nyawa Suraji sudah tidak tertolong.
“Saudara saya memang sakit-sakitan dan juga masih berobat jalan. Tadi ngajak saya kerumah saudara di Suruhan namun diperjalan sakitnya kumat kemudian langsung saya bawa ke puskesmas Ngasem. Tapi, sampai di puskesmas nyawanya sudah tidak tertolong lagi,” kata Agus saat di Puskesmas Ngasem, selasa (12/3/2013).
Perawat Puskesmas Ngasem, Pujosantoso, mengatakan, melihat kondisi kerasnya kambuhan sakitnya itu dimungkinkan adalah penyakit jantung.Sebab sesuai keterangan keluarganya bila Suraji memiliki riwayat penyakit jantung dan masih sering berobat jalan.
“Karena sampai dipuskesmas langsung meninggal. Biasanya sakit jantung, mas,” ungkap Pujosantoso ditemui suarabanyuurip.com sehabis memeriksa kondisi almarhum Suraji.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ngasem, AKP Aruman, menjelasan, sesuai hasil cek di puskesmas Suraji murni meninggal karena sakit. Karena, tidak ditemukan adanya luka penganiayaan ditubuhnya.
“Murni meninggal karena sakit, Mas. Karena, tidak ditemukan indikasi penganiayaan.,” tegas Aruman seusai cek almarhum di Puskesmas Ngasem.(sam)