SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro– Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Ditpam Obvit) belum bisa memastikan mempertemukan anggotanya yang diduga melakukan pemukulan terhadap tiga pemuda Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sesuai janjinya, mereka akan dipertemukan dengan ketiga korban pasca permintaan ma’af di Rumah Kepala Desa Gayam,Pujiono, Kamis (14/3/2013) lalu.
“Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Pak Wagiyo (Kalahar Pam Obvit) untuk pertemuan yang dijanjikan,†kata salah satu korban, Narito, yang juga Ketua Karang Taruna Putra Mandiri Desa Gayam kepada suara melalui pesan pendek, Minggu (17/3/2013).
Dikonfirmasi terpisah, Kalahar Ditpam Obvit, Kompol Wagiyo, menegasakan, segera mempertemukan anggotanya dengan ketiga korban dengan difasilitasi Kepala Desa dan Msupika Gayam untuk meminta ma’af.
“Secepatnya saya pertemukan untuk meminta maaf kepada Pemuda Gayam, Mas. Agar miskomunikasi ini bisa segera terselesaikan,” timpal Wagiyo dihubungi via telepon genggamnya tanpa menyebutkan waktunya, Minggu (17/3/2013).
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pemuda Gayam yakni Narito, Yono dan Wijianto alias Suwut mendapat pemukulan ketika melakukan demo dilokasi proyek engineering, procurement and construction (EPC) 2 Banyuurip, Blok Cepu dilokasi Lapangan Sepak Bola setempat. Dalam aksinya, sekira sepuluh pemuda menuntut penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) lapangan bola yang terkena proyek.
Selain mendapat bogeman, korban juga sempat dikongkan senajata dan diancam akan ditembak. Akibat insiden itu ketiga korban mengalami luka lebam dibagian wajah dan punggung. (sam)