SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro -Jalan raya Bojonegoro-Padangan, tepatnya pertigaan Tobo, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dikeluhkan pengguna jalan yang sedang melintas dijalur tersebut. Selain sering terjadi kemacetan, juga rawan kecelakaan karena tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas.
Dari pantauan, kemacetan itu sering terjadi ketika kondisi pasar Desa Purwosari mulai buka dan bersamaan palang pintu rel kereta api ditutup. Bahkan, lebih macet lagi ketika anak-anak sedang berangkat sekolah atau sebaliknya pulang dari sekolah.
Warga Desa Begadon, Kecamatan, Gayam, Bojonegoro, Hariyono, mengatakan, kemacetan arus lalu-lintas dipertigaan jalan Tobo itu sering sekali terjadi. Karena, tidak ada pengatur jalan sehingga membuat kondisi juga rawan kecelakaan.
“Yang sering macet kalau pagi hari, mas,†kata Hariyono pengemudi mobil kijang silver saat hendak menuju Padangan, Selasa (19/3/2013).
Menurut Hariyono, selain itu kemacetan juga disebabkan karena alat berat milik Pertamina eksplorasi dan produksi (EP), operator migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, keluar masuk dijalur tersebut.
“Jalan yang kearah selatan itu selain menghubungkan Purwosari-Ngambon juga arah utama menuju lokasi TBR. Jadi, seharusnya ada flagmen untuk sebagai pengatur jalan agar tidak macet,” ungkapnya.
“Saya yakin jika Flagmen ditempatkan dipertigaan Tobo sebagai pengatur jalan akan dapat mengelminir terjadinya kemacetan,” harap Hariyono.(sam/roz)